Ketua DPRD Ajukan Penangguhan Penahanan Anggotanya

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/01)

Lalu Budi Suryata SP, Ketua DPRD Sumbawa
Lalu Budi Suryata SP, Ketua DPRD Sumbawa

Penangkapan dan penahanan terhadap SY alias Biok—anggota DPRD Sumbawa mendapat perhatian serius pimpinan lembaga setempat. Anggota dari Fraksi Demokrat tersebut ditahan terkait kasus pengancaman terhadap saudara kandungnya sendiri. Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 1 meliputi Tarano, Empang, Plampang dan Maronge ini dijerat UU ITE No. 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Biok ditahan sejak Senin (12/1) malam hingga 20 hari ke depan dan bisa diperpanjang 40 hari apabila penyidik masih membutuhkan keterangan tambahan dari sejumlah saksi.

Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP yang dihubungi Selasa (13/1) mengatakan secara kelembagaan akan mengambil langkah-langkah dalam menyikapi penangkapan dan penahanan terhadap SY. Langkah ini diawali dengan menemui Kapolres Sumbawa untuk bersilaturrahim karena sejak dilantik sebagai anggota DPRD periode 2014—2019 hal itu belum pernah dilakukan. “Ini sudah kami rencanakan sejak dilantik tapi karena adanya kesibukan dan persoalan internal yang harus kami selesaikan, rencana itu baru dapat kami lakukan dalam waktu dekat ini,” kata Lalu Budi—akrab politisi PDIP ini disapa.

Mengenai proses hukum terhadap anggotanya, Budi menyatakan sangat menghargainya dan siapapun harus tunduk. Namun secara kelembagaan pihaknya akan mengajukan permohonan dan pertimbangan Kapolres untuk penangguhan penahanan terhadap anggota DPRD dimaksud.

Disinggung perlunya DPRD menyiapkan pengacara sebagai upaya bantuan hukum terhadap anggotanya yang terjerat hukum, Lalu Budi menyatakan tidak melakukannya, sebab hal tersebut persoalan internal tersangka dan partai politiknya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Tarunawan: ADMI 2015 Spirit Membangun Desa