Cegah Miss Komunikasi, TNI Usul Bentuk PPT

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (14/01)

Dandim 1607 Sumbawa yang diwakili Danramil Kota, Kapten Inf A Nurodin H, mengusulkan didirikannya pos pengamanan terpadu (PPT))di wilayah rawan kasus baik ilegal logging, ilegal fishing, pencurian ternak atau tindak kriminal lainnya. Usulan ini disampaikan Kapten Nurodin saat menghadiri kegiatan Hearing “Kasus Olat Rawa” yang difasilitasi Komisi I dan Komisi II DPRD Sumbawa, Senin (12/1).

Menurutnya, pos pengamanan terpadu yang melibatkan semua unsur ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

Selain itu keberadaan pos ini diharapkan tidak ada lagi miss komunikasi antara petugas di lapangan, karena sudah tersentral di satu titik. “Tetapi kalau sudah ada pos pengaman kemudian hutan tetap rusak, maka semuanya salah,” tandasnya.

Untuk diketahui kata Nurodin yang mengaku baru pulang dari Pulau Moyo melakukan kegiatan penghijauan, di sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Sumbawa termasuk Pulau Moyo kondisi hutannya sudah rusak parah. Hal itu perlu diantisipasi melalui kerjasama semua pihak termasuk masyarakat untuk bersama melakukan pengawasan. “Kami bersyukur, masyarakat masih percaya kepada aparat terutama TNI,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa Kamaluddin ST M.Si menyambut positif usulan pembentukan pos pengamana terpadu yang melibatkan semua unsur. “Kami siap memberikan dukungan,” cetusnya.

Dukungan yang sama disampaikan Camat Moyo Hilir, Abu Bakar SH, bahwa keberadaan pos pengamanan terpadu diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menciptakan suasana aman dan kondusif. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Diamankan Polisi, Pelaku Arisan Online Terus Didatangi Korban