Tanaman Dirusak, Seorang Petani Lapor Polisi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/01)

Sobaruddin SH memperlihatkan pengaduan kliennya kepada Penyidik Reskrim
Sobaruddin SH memperlihatkan pengaduan kliennya kepada Penyidik Reskrim

H Ahmad Resad (53) terpaksa meminta perlindungan polisi. Petani yang tinggal di Dusun Pengenyar Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir ini merasa jiwanya terancam, setelah pagar dan tanaman di kebunnya dirusak.

amdal

Saat ditemui di Polres Sumbawa, Sabtu (10/1) Haji Ahmad didampingi Sobaruddin SH selaku kuasa hukumnya, Sabtu (10/1) menuturkan, kasus itu bermula dari ulah KD dan MH—paman dan keponakan. KD adalah anak dari ND saudara dari Sidik—kakek H Ahmad. KD dan MH mengklaim lahan kebun di Peliuk Kemang Satange II Dusun Pengenyar yang selama ini digarap Haji Ahmad adalah milik mereka juga. Padahal menurut Haji Ahmad, lahan seluas 39 are tersebut warisan turun temurun dari kakek dan orang tuanya serta telah digarapnya selama 50 tahun. Selain itu KD sudah menjadi jatah namun dijual. Persoalan ini diakui Haji Ahmad, sempat difasilitasi Camat Moyo Hilir, 5 Januari 2015 lalu namun tidak menemui kata sepakat. Sepulang dari pertemuan, ungkap Haji Ahmad, KD dan MH menuju lahan tersebut merusak tanaman pisang dan pagar kebun miliknya. Atas kejadian itu, Ia mengaku mengalami kerugian sekaligus merasa terancam.

Sementara Sobaruddin SH kuasa hukumnya, mengatakan, apa yang dilakukan kliennya untuk melaporkan kasus tersebut adalah langkah positif guna menghindari terjadinya main hakim sendiri. Karenanya Ia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan kliennya untuk mencegah munculnya tindakan lanjutan dari terlapor.

Baca Juga  Direktur BPR Sumbawa Tidak Bersalah, Penetapan Tersangka Gegabah

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, mengatakan pengaduan pelapor telah diterima pihaknya. Pengaduan itu akan dipelajari dan untuk proses lebih lanjut masih menunggu disposisi Kapolres Sumbawa. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda