Pesta Miras, Belasan Pemuda Ditangkap Polisi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/01)

Pelajar Miras 1Sebanyak 14 pemuda termasuk seorang gadis remaja yang tengah pesta miras ditangkap polisi dalam operasi yang digelar tengah malam, Sabtu (10/1) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah botol miras dan beragam jenis senjata tajam seperti pisau, keris, badik dan panah. Para pemuda yang sebagian besar masih berstatus pelajar ini langsung digelandang ke kantor polisi. Bau alkohol sangat menyegat dari mulut mereka, bahkan sebagiannya masih terlihat teler. Hasil pemeriksaan secara marathon yang dilakukan penyidik Reserse dan Kriminal, tiga dari belasan pemuda tersebut ditetapkan sebagai tersangka terkait kepemilikan senjata tajam dan resmi ditahan. Selebihnya dikenakan wajib lapor dan bersama orang tuanya diminta membuat surat pernyataan.

amdal
Barang Bukti Sajam
Barang Bukti Sajam

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM, Sabtu (10/1), mengatakan belasan pemuda itu terjaring tim UKL (Unit Kecil Lengkap) yang dibentuk dan intensif menggelar patroli dalam waktu 24 jam. “Ada beberapa tim ini yang bergerak setiap jam untuk memantau situasi, razia atau sweeping ke tempat-tempat yang dicurigai termasuk menyasar orang-orang yang diduga memiliki sajam dan barang illegal lainnya,” kata Kapolres.

Kebetulan malam itu tim menemukan belasan anak muda yang tengah pesta miras dan memiliki sajam langsung diangkut. Keberadaan mereka dinilai berisiko terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat. “Kami khawatir mereka mabuk lalu nusuk orang dan berbuat onar,”  tukas Kapolres.

Baca Juga  Buronan "Gizi Buruk" Diciduk di Hotel Gili Putri

Tentunya perbuatan anak-anak muda ini terutama yang memiliki sajam tidak dapat ditolerir sehingga Ia memerintahkan agar diproses lanjut hingga persidangan. Keberadaan mereka di tengah malam dengan senjata tajam dan melakukan pesta miras menurut Kapolres, bentuk ketidakpedulian orang tua terhadap anak-anaknya. “Anak keluar malam tidak diawasi dan tidak dicari, setelah ada masalah baru panik. Biarlah sekarang polisi yang ‘menyekolahkannya’ agar ada titik jera bagi anak, dan peringatan bagi orang tua,” tandas Kapolres.

Untuk diketahui, Tim UKL yang sudah dibentuk hampir dua bulan lalu akan terus melakukan kegiatannya tidak hanya di dalam kota namun juga di wilayah kecamatan melalui polsek setempat untuk mencegah terjadinya tindak pidana seperti pencurian, terorisme dan lainnya sehingga mayarakat menjadi nyaman dan aman dalam beraktivitas. Sebab adanya polisi yang bergerak, masyarakat merasa terayomi secara psikologis. Diakui Kapolres saat ini musim paceklik, banyak masyarakat yang membutuhkan makan sementara pekerjaan tidak tersedia. Kondisi ini  bisa menjadi pemicu munculnya tindak kriminal. Karenanya dengan adanya kegiatan polisi seperti ini  minimal bisa mencegah dan meredam mereka untuk melakukan pidana. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda