Tim Polhut Dihadang Massa

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/01)

Kayu tebangKeberhasilan KPH Ampang-Sili Kecamatan Empang yang diback-up Tim Polhut Sumbawa dalam menggagalkan pengiriman kayu keluar daerah, terbilang singkat. Sebab kayu jati satu truk yang sudah diamankan petugas dirampas paksa massa, Kamis (8/1) siang. Massa yang cukup banyak membuat petugas kehutanan yang minim tidak dapat berbuat banyak. Meski demikian petugas kehutanan yang dipimpin Komandan Polhut, Adnan SH mengamankan seorang saksi. Sialnya lagi, saksi yang diamankan ini kerap pingsan dan hingga berita ini naik cetak masih dalam perawatan di Puskesmas Empang.

amdal

Kepala Bidang (Kabid) Pengamanan Hutan Dishut Sumbawa, Darussalam S.AP yang dikonfirmasi tadi malam, mengakui peristiwa tersebut.  Sebelumnya, Rabu malam, kayu jati yang diduga berasal dari kawasan Hutan Lamenta ini hendak dikirim ke Kabupaten Dompu. Saat truk melintas di depan KPH Ampang—Sili, dicegat petugas setempat dan diamankan karena tidak dapat menunjukkan dokumen. Esok harinya, massa berdatangan memaksa petugas menyerahkan kayu dimaksud. Bahkan di antara massa yang datang itu terdapat oknum guru. Meski cukup alot, massa akhirnya mengambil paksa kayu tersebut. “Kita terpaksa tidak bertahan untuk menghindari terjadinya bentrok fisik,” kata Gading—akrab pejabat ramah ini disapa. Kendati demikian, persoalan ini tetap ditindaklanjuti dan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Hal senada diakui Adnan SH. Menurut Komandan Polhut ini, situasi saat itu cukup tegang dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena massa cukup banyak. Adnan juga mengaku mengamankan seorang warga yang sempat berada di atas truk kayu ketika dicegat petugas KPH. Tapi warga ini belum dapat dimintai keterangan karena kerap pingsan. “Sekarang masih dirawat di puskesmas,” aku Adnan yang mengaku hingga tadi malam masih berada di lapangan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Pembuat dan Penjual Miras Ditangkap Polisi