Pemda Sumbawa Dibayangi Putusan Lima Kasus Gugatan

oleh -0 views
Kabag Hukum I Ketut Sumadiartha SH saat menghadapi gugatan hukum di PN Sumbawa
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/01)

Kabag Hukum Sumbawa, I Ketut Sumadiarta SH
Kabag Hukum Sumbawa, I Ketut Sumadiarta SH

Sedikitnya lima kasus gugatan perdata masih membayangi Pemda Sumbawa. Meski beberapa di antaranya dimenangkan Pemda di tingkat Pengadilan Negeri Sumbawa maupun Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram, namun belum ada putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap (inkrach) karena penggugat menyatakan banding.

amdal

Kabag Hukum Setda Sumbawa, I Ketut Sumadiarta SH yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/1), mengakui masih ada beberapa kasus gugatan perdata yang menunggu putusan yang bersifat inkrach. Kasus itu adalah gugatan Pasar Utan yang berhasil dimenangkan Pemda di tingkat pengadilan pertama. Gugatan perdata tersebut ditolak sehingga penggugat mengajukan banding ke PTUN Surabaya. Kemudian kasus Batu Gong yang kini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi di PTUN Mataram. Sebelumnya kasus ini disidangkan di PN Sumbawa. Karena eksepsi penggugat (pengusaha café) yang menilai PN Sumbawa tidak memiliki kewenangan untuk menyidangkan perkara tersebut dikabulkan majelis hakim setempat, akhirnya penanganannya dialihkan ke PTUN.

Selanjutnya kasus lahan SDN 5 Utan. Sebelumnya gugatan yang disidangkan di PN Sumbawa ini dimenangkan Pemda Sumbawa, namun kini penggugat mengajukan banding sehingga masih dalam proses Pengadilan Tinggi. Selain tiga kasus perdata tersebut ungkap Ketut—akrab pejabat ini disapa, ada dua kasus gugatan lainnya yang sudah sampai di tingkat Kasasi Mahkamah Agung (MA). Adalah gugatan lahan SMPN 5 Sumbawa dan SMAN 4 Olahraga yang dilayangkan Indi Suryadi Cs. Untuk SMPN 5 Sumbawa, Pemda Sumbawa menang di tingkat PTUN Mataram tapi kalah di tingkat banding dan kini dalam proses Kasasi. Sedangkan SMAN 4 Olahraga, baik di tingkat pertama maupun banding, Pemda Sumbawa kalah dan sekarang masih menunggu hasil Kasasi.

Baca Juga  Koperasi Mahasiswa UNSA Dibobol Maling

Disinggung kemungkinan terburuk Pemda kalah yang bakal beralihnya aset daerah ke pihak lain ? Ketut mengatakan masih ada proses. Menurutnya, meski penggugat memenangkan gugatan, tidak serta merta dapat menguasai aset dimaksud. Sebab PTUN hanya  bersifat administratif atau menguji prosedur dari penguasaan kepemilikan aset, karena untuk menetapkan siapa yang berhak memilikinya harus melalui proses di pengadilan negeri. Untuk proses di pengadilan ini, Pemda Sumbawa akan memperkuat keterangan saksi-saksi guna membuktikan bahwa proses penguasaan aset melalui transaksi jual beli. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda