Pencuri Kuda Dicokok Polisi

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/01)

AKP Satrio, Kapolsek Lape
AKP Satrio, Kapolsek Lape

Kasus pencurian kuda milik Karim warga Desa Berora Kecamatan Lopok terungkap. Hal ini setelah pihak Polsek Lape meringkus SY yang juga warga setempat. Namun kuda yang dicuri tersebut masih berada di Lombok setelah dijual dari satu orang ke orang lainnya.

amdal

Sebelumnya kuda itu diikat di sawah milik korban yang berada di lokasi Ai Masam, Desa Berora. Ketika hendak diberi makan, kuda itu telah hilang. Esoknya korban mendengar informasi bahwa H Sanapiah alias H Mandong warga Desa Lopok Beru membeli seekor kuda. Korban langsung bergegas untuk mengecek apakah kuda tersebut adalah miliknya. H Mandong mengiyakan jika kuda yang dibelinya tersebut sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan korban. Sayangnya H Mandong sudah menjual kuda tersebut kepada Amaq Naan yang kebetulan berada di Langam, Lopok. Kuda itu kini telah dibawa Amaq Naan ke Masbagik Lombok Timur.

Kapolsek Lape, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Satrio yang dihubungi tadi malam, membenarkan adanya kasus pencurian kuda. Setelah menerima laporan dan mengantongi identitas terduga, pihaknya langsung bergerak. Hari pertama dicari, tersangka SY tidak berada di tempat. Esoknya SY berhasil diringkus. Hasil pemeriksaan ungkap Yoyo—akrab Kapolsek disapa, SY mengakui mencuri kuda itu dengan cara menariknya menggunakan sepeda motor untuk selanjutnya ditawarkan kepada H Mandong. Oleh Haji Mandong, SY diberikan panjar sebesar Rp 2,5 juta dan akan dibayar sisanya setelah menerima surat ternak yang dijanjikan SY. Saat itu juga H Mandong menghubungi Amaq Naan via handphone menawarkan kuda tersebut yang kemudian terjual Rp 5,5 juta. Akhirnya kuda itu dibawa ke Masbagik Lombok Timur.

Baca Juga  Kasus UP Dikpora KSB, Jaksa Kantongi Calon Tersangka

Untuk proses lebih lanjut, SY telah ditahan dan kini dititipkan di sel tahanan Polres Sumbawa. “Penyidikan masih terus dikembangkan,” demikian Kapolsek. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda