Mahasiswa FTB UTS Menjadi Peneliti di Jepang

oleh -17 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/12)

Fahmi Didampingi Tiga Dosennya dari  kanan: Sausan Nafisah, Dwi Ariyanti (Kaprodi FTB), dan Maya Fitriana.
Fahmi Didampingi Tiga Dosennya dari kanan: Sausan Nafisah, Dwi Ariyanti (Kaprodi FTB), dan Maya Fitriana.

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) terus menjaga komitmennya dalam memberikan pendidikan terbaik kepada mahasiswanya yang merupakan putra-putri terbaik Sumbawa melalui dukungan dan kesempatan maupun pendampingan secara penuh. Salah satu bukti nyata keseriusan tersebut, berbagai prestasi telah diukir mahasiswa dari berbagai fakultas setempat baik di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Setelah 8 mahasiswa Fakultas Teknobiologi mencatat sejarah dengan meraih tiga gelar dunia pada iGEM (International Genetically Engeenered Machine)—kompetisi Biologi Sintetik di Boston Amerika Serikat), kali ini mahasiswa dari fakultas yang sama menjadi satu-satunya mahasiswa di Indonesia yang lolos seleksi sebagai penerima beasiswa magang di Jepang sekaligus menjadi peneliti di National Institute for Materials Science (NIMS), Tsukuba Jepang, sebuah lembaga penelitian terbaik dunia.

Adalah Fahmi Dwi Laksono—mahasiswa semester 3 Fakultas Teknobiologi. Putra pasangan M Ali Ismail dan Fatma ini Jumat (2/1) malam bertolak ke Jepang dan akan melaksanakan kegiatan risetnya selama 3 bulan sejak 5 Januari hingga 31 Maret 2015. Selama di Jepang Fahmi langsung dipandu Prof Dr Tomohiko Yamazaki P.hD, profesor peneliti di NIMS yang pernah menjadi dosen tamu di UTS (Visiting Professor FTB UTS) pada September 2013 lalu.

Bersama rekannya di FTB UTS
Bersama rekannya di FTB UTS

Saat itu Profesor Yamazaki sapaan akrab ilmuwan dunia ini memberi kesempatan kepada mahasiswa UTS untuk mengikuti seleksi sebagai pelajar peneliti berkelas internasional di NIMS, mengingat potensi yang dimiliki elang-elang muda UTS khususnya di bidang bioteknologi akan mampu bersaing secara terbuka dengan semua mahasiswa di perguruan tinggi lain di Indonesia.

Menyambut peluang ini, FTB UTS mulai melakukan seleksi terbuka dan adil kepada seluruh mahasiswanya. FTB menggelar empat jenis seleksi yaitu seleksi Teori, Laboratorium, Prediksi TOEFL, dan Peminatan, yang akhirnya memilih Fahmi Dwi Laksono. “Selain pemegang IPK 4,00, Fahmi dinilai mempunyai kemampuan yang lebih unggul terutama kemampuannya berbicara di hadapan publik dengan personality yang baik karena memiliki karakter bertanggung jawab, dimana Fahmi diharapkan akan menjadi pioner bagi generasi berikutnya yang nantinya akan membagi pengalamannya selama di NIMS untuk kepentingan khalayak,” kata Dwi Ariyanti, M.Biotect, Kepala Program Study Teknobiology UTS yang ditemui kemarin.

NIMS Tsukuba Jepang, Laboratorium Terbesar Dunia
NIMS Tsukuba Jepang, Laboratorium Terbesar Dunia

Sebenarnya Dwi tidak terlalu berharap banyak Fahmi akan terpilih mengingat sepanjang yang diketahui bahwa para pelajar peneliti yang direkrut NIMS sebagian besar mahasiswa S2 dan S3 atau S1 yang sudah memasuki jenjang research. Meski di luar prediksi, terbukti Fahmi dipilih NIMS untuk mengikuti program magang (Internship) dan akan menjadi asisten Prof Yamazaki yang konsen melakukan penelitian tentang segala jenis dan bentuk alergi. Selama mengikuti kegiatan itu Fahmi akan mendapatkan fasilitas layaknya pekerja, tinggal di kompleks apartemen khusus untuk peneliti yang datang dari seluruh belahan negara di dunia, gaji bulanan, serta biaya hidup dan transportasi selama disana.

Baca Juga  Ical, Kepsek Berprestasi Tingkat Nasional
Dr Tomohito Yamazaki
Dr Tomohito Yamazaki

Dengan diterimanya Fahmi mengikuti program magang (internship), ungkap Dwi, merupakan sesuatu hal yang membanggakan. Sebagai salah satu lembaga riset paling elit (presticious) di Jepang, NIMS merupakan pusat pengembangan material science yang bermuara ke aplikasi di bidang industri. Fahmi merupakan angkatan ketiga dalam program magang ini, meneruskan angkatan sebelumnya yang berasal dari mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kedokteran dan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Biologi, Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

Melalui kegiatan magang ini diharapkan Fahmi bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya mengenai berbagai hal positif di Jepang seperti etika dan budaya kerja, teknologi terkait bidang riset bioteknologi, serta mampu membuka wawasan dan wacana keilmuan lebih luas melalui interaksi secara langsung dengan para peneliti di NIMS. Ke depannya setelah kembali ke Sumbawa hal-hal tersebut bisa dibagikan dan dihidupkan di lingkungan kampus almamater UTS.  “Ini juga sekaligus merupakan bukti nyata keseriusan Fakultas Teknobiologi UTS dalam menjaga komitmennya untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putri terbaik Sumbawa dengan memberikan kesempatan dan dukungan, serta pendampingan secara penuh,” ucap Dwi yang didampingi Sausan Nafisah dan Maya Fitriana—dua dosen lainnya.

Ucapan Kaprodi FTB ini diamini Fahmi Dwi Laksono. Diakui Fahmi—sapaan pemuda yang sebelumnya menjadi bagian tim dalam kompetisi iGEM di Boston AS tersebut, bahwa perjalanan belajar di luar Sumbawa adalah keinginan terbesarnya. Namun tak disangka UTS memberinya begitu banyak peluang hingga semua raihannya dalam satu tahun masa kuliahnya telah melebihi segala impian dan harapannya. “Kuliah di UTS adalah berkat do’a ibu saya yang menginginkan saya tidak keluar Sumbawa,” ungkap Fahmi. Dengan ketekunannya sebagai mahasiswa FTB UTS, membuat anak kedua dari tiga bersaudara ini menjelajah belahan lain Sumbawa, bahkan sempat menjejakkan kaki di Amerika dan kini di Jepang.

Sebagai bekal untuk menempa kemampuan akademiknya, Fahmi mengaku telah digembleng  secaraa khusus pihak FTB UTS, salah satunya kemampuan dalam menguasai Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Fahmi bertekad menggunakan kesempatan langka ini sebagai media belajar tentang budaya kerja Jepang yang terkenal disiplin dan memiliki kemajuan teknologi, sekaligus pengalaman untuk riset.

Rasa syukur tak terhingga disampaikan M Ali Ismail dan Fatma, kedua orang tua Fahmi, bahwa kesempatan yang diberikan UTS kepada anaknya sungguh di luar dugaan. Meski dengan keterbatasan ekonomi, pasutri ini ingin meningkatkan derajat keluarga dengan bertekad menjadikan semua anak-anaknya bergelar sarjana. “Sungguh tak disangka UTS telah memberi kesempatan melebihi dari yang dibayangkan,” ujar Fatma dengan mata berkaca-kaca. Meski risau dengan kondisi Fahmi selama di Jepang nanti, Fatma berharap putranya dapat menjaga nama baik semua pihak, memanfaatkan kesempatan ini dengan belajar sebaik mungkin dan sepulang nanti dapat membagi pengetahuan yang telah diperolehnya kepada orang lain.

Baca Juga  INILAH PENGUMUMAN KELULUSAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 PLAMPANG TAHUN AJARAN 2018/2019

Ali—ayah Fahmi merasa yakin bahwa putranya akan bertanggung jawab dengan tugasnya sebagai perwakilan kampus dalam menuntut ilmu dan melaksanakan visi UTS agar menjadi manusia yang utuh dan bermanfaat bagi semesta alam. Selama ini putra-putrinya digembleng dalam atmosfir didikan keluarga religius yang disiplin, dengan menerapkan kecintaannya kepada masjid sebagai metode pendidikan.

Dr H Zulkieflimansyah M.Sc, Rektor UTS
Dr H Zulkieflimansyah M.Sc, Rektor UTS

Rektor sekaligus Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc menyatakan akan terus melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa UTS dengan menghadirkan dosen-dosen lulusan luar negeri sebagai dosen tetap, bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan perusahaan-perusahaan yang peduli pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu mendatangkan figur-figur terbaik dunia untuk menjadi dosen tamu di UTS. “Kami ingin agar elang-elang muda berprestasi tidak lagi menjadi katak dalam tempurung, perlu menjelajah dunia untuk mendapatkan cara pandang, pengalaman dan pengetahuan yang luas,” kata Doktor Zul politisi yang kini dikenal sebagai tokoh peradaban.

UTS SumbawaSalah satu cara untuk membuka wawasan dalam menempa kualitas akademik, di antaranya melalui perjalanan study keluar kampus dengan memanfaatkan kesempatan untuk bergaul dan merangkul teman sebanyak mungkin. Upaya ini telah terbukti dan dirasakan oleh beberapa mahasiswa berprestasi seperti perjalanan study ke beberapa tempat baik di tingkat nasional maupun internasional. Misalnya, perjalanan FIKOM (Fakultas Ilmu Komunikasi) ke seluruh media massa nasional di Jakarta, Fakultas Tehnik yang mengikuti program kuliah di Universitas Indonesia, FATETA (Fakultas Teknologi Pertanian) menjadi salah satu juara dalam kompetisi kincir angin nasional, FTB memenangkan tiga gelar dunia di Amerika, Fakultas Psikologi melakukan praktek lapangan langsung di Rumah Sakit Jiwa di Mataram hingga memiliki program Sekolah Pinggir Arena bagi para joki cilik, dan rencananya Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan mengawali Tahun 2015 dengan melakukan perjalanan study ke Malaysia dan Singapore. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

 

 

iklan bapenda