Ibu Satu Anak Tewas di Kolong Jembatan

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (02/01)

Jembatan Brang Bara, Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, mendadak ramai. Pasalnya di bawah jembatan tersebut ditemukan sesosok mayat wanita berjilbab. Saat ditemukan posisi tubuhnya dalam keadaan tengkurap di air setinggi betis orang dewasa. Temuan yang mengegerkan warga sekitar pada Rabu (31/12) pagi sekitar pukul 06.30 Wita ini terus menyebar. Lautan manusia pun berdatangan dengan asumsi yang beragam. Sebab penemuan jasad  di bawah jembatan ini mengingatkan mereka beberapa waktu silam kasus di Jembatan Kembar Labuan Sumbawa. Namun asumsi tersebut terbantahkan setelah polisi memeriksa sejumlah saksi termasuk keluarga korban dan diperkuat hasil visum et repertum (VER) tim medis RSUD Sumbawa yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban yang belakangan diketahui bernama Syamsiar (46) warga Desa Brang Rea, Kecamatan Moyo Hulu. Selain itu dari pihak keluarga terungkap jika korban memiliki riwayat penyakit epilepsy (ayan) yang kerapkali kumat.

Menurut informasi, jasad korban pertamakali ditemukan Yuliani Astuti (47) warga RT 03 RW 05 Kelurahan Brang Bara. Pagi itu ibu dua anak ini hendak mencari daun obat di  pinggir sungai. Karena di seberang sungai bagian kanan ada seorang pria yang buang air besar (BAB), Yuli menyisir sisi sungai di sebelah kiri yang jarang dilalui warga. Seketika langkahnya terhenti karena melihat seorang wanita tertelungkup di  dalam air. Di sampingnya terdapat buntalan yang berisi kangkung yang diduga baru di petiknya karena di dekatnya ada tersisa ladang kangkung sisa gerusan air bah. Karena tak bergerak, Yuli tak berani mendekat lalu memanggil Paharuddin (30) pria yang BAB di sisi kanan sungai seraya menunjuk kearah jasad. “Saya langsung bilang ada orang mati di sungai,” kata Yulianti yang ditemui di Polres Sumbawa usai dimintai keterangannya. Paharuddin pun beranjak dan datang mendekat untuk memastikannya.  Keduanya pun melaporkan temuan itu kepada ketua RT dan tokoh masyarakat setempat kemudian menghubungi pihak kepolisian. Kabar ini sampai di telinga keluarga korban yang tinggal di Kelurahan Samapuin tidak jauh dari TKP, serta keluarga lainnya di Desa Brang Rea.

Baca Juga  Jaksa Masuk Sekolah Sasar SMAN 1 Kota Mataram

Hamzah Kabo (50) salah seorang keluarganya membenarkan bahwa jasad tersebut adalah korban Syamsiar. Dua hari yang lalu ungkap Lebai Hamzah—akrab dia disapa, masih melihat korban hilir mudik di desa. Dan sempat kaget setelah menerima kabar naas itu. Selama ini diakuinya, korban menderita penyakit ayan komplikasi depresi. Tidak hanya itu suami korban, Mansyur juga menderita penyakit yang sama. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit ayannya kambuh lalu tenggelam di sungai tersebut.

Sementara itu Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, mengatakan jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga yang menolak untuk diautopsi. Keluarga sudah ikhlas menerima musibah tersebut. Hasil penyelidikan dan penyidikan polisi serta visum tim medis RSUD, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda