761 Sarjana Lahir dari Perut UNSA

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (31/12)

Wisuda UNSARaut bahagia terpancar dari wajah 761 mahasiswa Universitas Samawa (UNSA). Bertepatan dengan 16 tahun pendirian universitas terkemuka di Pulau Sumbawa, ratusan mahasiswa dari semua fakultas dan program study tersebut  berhasil mendapat gelar sarjana setelah diwisuda, Senin (29/12) lalu. Wisuda kali ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah. Terlebih lagi momen bersejarah itu disaksikan langsung dua tokoh nasional, H Fahri Hamzah SE (Pimpinan DPR RI) dan Prof Dr H Farouk Muhammad (Pimpinan DPD RI).

Dalam laporannya, Rektor Unsa Prof Dr Saifuddin Iskandar M.Pd menyampaikan, dalam usia UNSA ke 16, perguruan tinggi tertua di Pulau Sumbawa ini terus mengalami perkembangan yang membanggakan, baik dalam pengembangan fisik kampus, sarana dan prasarana, kualifikasi tenaga dosen, jumlah mahasiswa maupun prestasi akademik lainnya, serta kerjasama dengan berbagai lembaga dalam maupun luar negeri, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Wisuda UNSA 2Dari 5 fakultas dan 14 program study yang ada, jumlah mahasiswa di Tahun Akademik 2014 mencapai 3.951 orang. Jumlah alumni termasuk dengan yang diwisuda Tahun 2014 sebanyak 4.624 orang. Jumlah dosen tetap 84 orang bergelar master dan doktor, dosen tidak tetap 24 orang. Dalam perkembangan jumlah mahasiswa, setiap tahunnya bertambah rata-rata 10 persen. “Kondisi ini cukup membuat kami kewalahan, sementara daya tampung kampus yang ada saat ini serasa semakin sempit dan tidak mencukupi lagi” terangnya.

Menyadari hal itu, para pengelola berupaya mengembangkan lahan kampus yang ada dengan membeli lahan baru seluas 30 hektar di wilayah Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis. Pengembangan dan pembangunan kampus baru tersebut juga dihajatkan untuk kesiapan UNSA menjadi menjadi Universitas Negeri di Pulau Sumbawa. Persiapan penegerian UNSA sesungguhnya sudah dilakukan sejak Tahun 2009. Usul bahan penegeriannya sudah diajukan ke Kemendikbud RI pada 2012 lalu yang diterima langsung oleh Dirjen Dikti dan Mendikbud.

Baca Juga  Melawan Covid 19, IISBUD SAREA Edukasi Masyarakat Melalui Seni Sakeco

Wisuda UNSA 3Pada pertengahan 2013 lalu, tim UNSA didampingi Fahri Hamzah selaku anggota DPR RI waktu itu bertemu dengan Mendikbud dan Wamendikbud untuk berkonsultasi mengenai tindak lanjut usul penegerian itu. Hasil beberapa kali konsultasi diperoleh jawaban pada prinsipnya UNSA secara politis dan birokratis dianggap sudah layak menjadi PTN, seperti beberapa PTS di daerah lain. Pada pertengahan Tahun 2015, diharapkan tim Kemendikbud RI bisa datang ke Sumbawa. Kemudian paling lambat 2017 UNSA sudah bisa diresmikan menjadi PTN. “Ini baru bisa terwujud ketika semua pihak termasuk Bupati dan Gubernur sudah mengeluarkan rekomendasi untuk penegerian UNSA. Dan semuanya bisa ikut memberikan kontribusi yang positif”, lanjut Prof Ude—akrab tokoh pendidikan kharismatik ini.

Terkait upacara wisuda tersebut, pada Tahun 2014 UNSA kembali mewisuda sebanyak 761 orang wisudawan, dan merupakan jumlah wisudawan terbanyak dalam sejarah. Dari jumlah tesebut,sebanyak  79 orang yang lulus dengan predikat Camlaude atau pujian. “Kepada para wisudawan serta seluruh keluarga dan pendamping, selamat atas keberhasilan yang telah dicapai. Semoga dapat berkiprah dan mengamalkan ilmu sesuai dengan keahlian masing-masing,” ucapnya.

Sementara Fahri Hamzah, SE selaku Wakil Ketua DPR RI  mengaku sebelum lulus dia sudah memiliki pekerjaan pribadi sebagai seorang enterprenur, maupun di lembaga atau institusi lain di luar dirinya.

Fahri Hamzah juga menambahkan banyak orang salah faham, tentang pengertian dan bagaimana kerja untuk dunia. Hal ini diperparah dengan diperdaya oleh khutbah tentang betapa tidak pentingnya dunia, sehingga ramai-ramai tidak mau belajar tentang ilmu pengetahuan.

Baca Juga  Komunitas Remaja Peduli Lingkungan Turun Tangan Bantu Abdul Munir

Di tempat yang sama, Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik mengatakan, puncak kebahagiaan seorang mahasiswa ketika diwisuda sebagai seorang sarjana. Ibarat bunga, mereka mekar dan mengeluarkan harumnya. Namun ketika bunga itu tidak dikelola dengan bagus, maka akan menjadi sampah. Tapi bagi orang-orang yang keratif dan inovatif, sampah pun bisa menjadi bunga.

“Saya ikut berbangga hati bahwa hari ini ada 700 orang intelektual yang dilahirkan UNSA dan kami harap dapat berkolaboasi sehingga menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah ini,” harapnya.

Ketua DPD RI, Prof Dr Farouk Muhammad menambahkan, capaian para wisudawan bukanlah akhir dari pendidikan, melainkan titik awal dari pembelajaran yang lebih jauh dan titik tolak dari upaya yang lebih besar. Karenanya Prof Farouk mengingatkan dua hal penting, yaitu hakekat manusia pembelajaran dan hakekat sarjana Nusa Tenggara Barat khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Hakikat pendidikan dan cita–cita pendidikan adalah terbentuknya manusia yang selalu belajar dari lingkungan dan selalu memiliki ketertarikan untuk mempelajari ilmu yang baru,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda