Kapolres: Harus Diklirkan Hingga Persidangan !

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/12)

AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa
AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa

Laporan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oknum petugas kehutanan terus dilakukan jajaran Polres Sumbawa. Sejumlah saksi termasuk tiga anggota Polsek Moyo Hilir yang menjadi saksi pelapor sudah dimintai keterangannya, dan Tim Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) yang dibentuk akan melayangkan panggilan terhadap beberapa saksi lainnya di antaranya warga Desa Olat Rawa. Setelah ini rampung, rencananya dalam waktu beberapa oknum petugas kehutanan termasuk dua terlapor, Ramli dan Habibi akan dimintai keterangan.

amdal

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/12) menegaskan proses hukum kasus ini terus berlanjut dan penyidiknya tengah intensif melakukan penyelidikan dan penyidikan. Proses ini tidak main-main mengingat tindakan dua oknum petugas kehutanan itu mengandung unsur tindak pidana dan berdampak membahayakan personil kepolisian. Karenanya penanganan kasus ini harus diklirkan sampai putusan pengadilan. “Artinya proses penyidikan akan terus dilanjutkan,” ujarnya. Terkait dengan pengembangan terhadap adanya indikasi lain, Kapolres menyatakan akan dilakukan sambil prosesnya berjalan. “Indikasi-indikasi kejahatan lain di luar itu nanti akan kita kembangkan melalui lidik dan sidik,” tandasnya.

Seperti diberitakan, tiga anggota Polsek Moyo Hilir, Brigadir Lanang Manuris, Brigadir Agus Asmayadi dan Brigadir KT Mulyadi melaporkan secara resmi kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang dilakukan dua oknum kehutanan, Ramli dan Habibi. Sebab oknum petugas kehutanan ini dinilai memutarbalikkan fakta terkait penemuan tumpukan kayu di Hutan Gili Ngara, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir. Akibatnya ketiga anggota nyaris menjadi korban massa. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Alfamart di Utan Dijebol, Maling Kuras Isi Brankas