Petugas Kehutanan Harus Dirotasi

oleh -0 views
bankntb

Cegah Tidak ‘Bermain’ Kayu

Sumbawa Besar, SR (23/12)

amdal
Drs H Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa
Drs H Jamaluddin Malik, Bupati Sumbawa

Konflik polisi dan petugas kehutanan di wilayah Gili Ngara, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, mendapat perhatian Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik. Pasalnya konflik tersebut terjadi di tengah kerusakan hutan di wilayah tersebut kian parah. “Kami sedang menyelidiki masalah ini,” kata JM—sapaan karib Bupati Sumbawa saat dikonfirmasi Senin (22/12).

JM tidak menampik aparat terutama petugas kehutanan bisa menjadi pelaku pengrusakan hutan. Karenanya dua bulan yang lalu Ia telah menginstruksikan Sekda dan Kadis Kehutanan untuk melakukan rotasi terhadap petugas kehutanan yang berada di lapangan karena ada indikasi pelaku illegal melibatkan mereka. “Enam bulan atau paling lama setahun mereka harus digeser selain membuat suasana tidak jenuh juga untuk menghindari adanya indikasi bermain kayu,” ungkapnya.

JM mengaku banyak menerima laporan terkait indikasi dan keterlibatan oknum kehutanan dalam aksi illegal logging, hanya masyarakat enggan memberikan bukti yang jelas. Bahkan bupati juga mengaku mendengar informasi oknum petugas kehutanan melakukan penebangan pohon di hutan lindung yang kemudian diekspos sebagai barang temuan hanya untuk memperlihatkan kinerja. “Memang ini harus dibuktikan karena sangat sedikit orang yang mau melapor karena takut atau karena tidak memiliki bukti dan saksi yang cukup. Bisa jadi punya bukti tapi tidak punya dukungan,” tandas JM.

Tindakan terhadap kasus illegal logging saat ini sangat tegas, dan menjadi salah satu poin dari instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan tembak di tempat para pelaku yang merusak lingkungan baik di laut maupun di darat. Yang diinginkan saat ini ujar JM, tidak hanya sekedar tindakan, namun jauh lebih penting adalah pencegahan agar aksi illegal itu tidak terjadi. (* ) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  TNI AL Dampingi DKPP Bantu Nelayan KSB