NTB Defisit Listrik

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/12)

GM PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto
GM PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto

Kondisi listrik di sejumlah daerah di NTB secara umum mengalami defisit, sehingga pemadaman masih terus berlangsung. Untuk mengatasi persoalan ini, sudah tertuang dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan tahunan, dan rencana jangka panjang yang disingkronkan dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Demikian diungkapkan General Manager PLN Wilayah NTB, Dwi Kusnanto saat berkunjung ke Sumbawa, Kamis (18/12).

Ia mengakui di beberapa daerah yang mengalami defisit kelistrikannya karena di satu sisi tingkat pertumbuhan (pelanggan) tinggi dan di lain pihak ada unit pembangkit yang mengalami gangguan. Misalnya di Sumbawa, kapasitas mesin yang ada 31 MW, sementara beban puncak mencapai 35 MW yang berarti terjadi defisit 4 MW.

Hal tersebut dapat teratasi terutama di wilayah Pulau Sumbawa jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Taliwang KSB tuntas pada Tahun ini. “Seharusnya PLTU dengan kekuatan 2×7 MW itu sudah beroperasi 2014 ini, tapi kenyataannya belum rampung,” kata Dwi yang didampingi Manager PLN Area Sumbawa, Pedi Sumanto.

Sejauh ini kendala belum rampungnya PLTU tersebut belum diketahuinya dan pihaknya berjanji akan mengkoordinasikannya dengan pelaksana proyek. “Kalau PLTU ini rampung, untuk Sumbawa, KSB dan sekitarnya secara system dalam kondisi aman,” tukasnya.

Demikian dengan Mataram yang mengalami defisit sekitar 10 MW. Mengatasi kekurangannya, pihaknya masih menunggu penyelesaian pembangunan PLTU Unit I dan Unit II berkapasitas 25 Mega Watt yang berada di Jeranjang. “Kami terus memacu pihak kontraktor untuk segera menyelesaikannya, dan diharapkan unit I bisa masuk dalam 60 hari kerja sesuai yang kami inginkan,” tukasnya.

Baca Juga  PDAM KSB Minta Tarif Air Ditinjau Ulang

Guna menyiasati kondisi saat ini, ungkap Dwi, pihaknya berkoordinasi dengan pelanggan besar yang memiliki mesin pembangkit sendiri seperti hotel, perusahaan dan lainnya dapat menggunakannya pada malam hari untuk mengurangi beban puncak. Demikian dengan pelanggan rumah tangga dapat berhemat dalam penggunaan listrik karena 80 persen pemakaian listrik berada di kalangan rumah tangga, sisanya 20 persen untuk pertokoan, bisnis dan perkantoran. “Pemakaian listrik oleh rumah tangga mulai pukul 18.00 jauh melebihi beban puncak pada siang hari,” akunya.

Karenanya selain para pelanggan besar, Dwi juga menghimbau pelanggan rumah tangga untuk mengurangi pemakaian 50–100 watt pada malam hari. Asumsinya, ketika pelanggan PLN di NTB mencapai 968 ribu orang termasuk 130 ribu di Sumbawa dan 120 ribu di Bima bisa berhemat maka sama dengan menambah satu mesin pembangkit dengan kapasitas yang besar.

Kunjungi Sumbawa Serap Informasi

Di bagian lain GM Dwi Kusnanto menyinggung kunjungan di sejumlah daerah di NTB termasuk Sumbawa. Hal ini dilakukan karena sebagai pejabat baru dia harus banyak mengetahui persoalan di wilayah kerjanya secara komprehensif. “Saya ingin tahu persis kinerja teman-teman di operasional, sehingga ketika ada persoalan secepat mungkin dapat diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengingatkan jajarannya dimanapun berada harus mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan masyarakat, aparat dan pemerintah daerah dalam rangka ikut berkonstribusi dalam pembangunan. “Kami ingin teman-teman bekerja dengan hati dan menjadikan pekerjaan bagian dari ibadah,” pungkasnya. (*) baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda