GM PLN NTB Prihatin Kasus Pemukulan di Lunyuk

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/12)

Kondisi listrik di wilayah Kecamatan Lunyuk dan kasus pemukulan kepala PLN unit setempat, menjadi perhatian General Manager PT PLN Wilayah NTB, Dwi Kusnanto. Saat ditemui di Kantor PLN Area Sumbawa, belum lama ini, Dwi—akrab Ia disapa, mengakui kondisi listrik di wilayah setempat mengalami defisit menyusul kerusakan tiga dari lima mesin setempat. Padahal selama ini pemeliharaan rutin tetap dilakukan dan di luar dugaan mesin yang diprediksi normal mengalami kerusakan. Akibatnya kapasitas mesin tidak mampu mengatasi beban puncak sehingga beberapa desa di Lunyuk dilakukan pemadaman. Untuk menangani kerusakan mesin ini, Dwi yang didampingi Manager PLN Sumbawa Pedi Sumanto mengtaakan, harus dilakukan penggantian sparepart. Kebetulan yang rusak ini bukan sparepart normal untuk pemeliharaan, tapi sparepart khusus yang tidak diprediksi mengalami kerusakan. “Untuk mendatangkan alat ini hanya bisa dipesan dari luar negeri,” akunya.

amdal

Pengadaan sparepart ini harus dilakukan rekanan dan tidak bisa ditunjuk langsung karena ada mekanisme yang ditetapkan aturan. Ketika sudah ada rekanan diperlukan waktu untuk delivery (pemesanan). “ Alhamdulillah setelah menunggu cukup lama, sparepart sudha tiba di Surabaya dan dalam beberapa hari ini akan sampai di Lunyuk,” janjinya.

Terkait dengan keinginan warga Lunyuk agar didatangkan mesin sewa baru, Dwi menyatakan  itu adalah solusi terakhir. “Mesin sewa ini relative mahal disamping PLN juga yang menanggung bahan bakarnya (BBM). Tapi ini juga salah satu opsi untuk mengatasi  pemadaman bukan mengkafer mengkafer pertumbuhan,” jelasnya.

Baca Juga  Tandatangan “Palsu” Sekretaris Partai Nasdem Segera ke Puslabfor

Dalam kesempatan itu GM Dwi Kusnanto juga menyinggung soal kasus pemukulan kepala PLN Lunyuk, Suharyono. Menurut Dwi, pihaknya sebenarnya sangat tidak menginginkan adanya pemadaman dan berupaya maksimal untuk memulihkan agar kondisi listrik tetap aman. Namun pemadaman tidak mungkin dapat dihindari karena banyak factor yang menjadi penyebab salah satunya gangguan mesin, di samping alam dan manusia.

Ia berharap masyarakat dapat memahami dan bersabar dengan tidak menimbulkan situasi yang justru mengganggu psikologis karyawan PLN sehingga menjadi tidak tenang dalam bekerja. Cara warga seperti yang terjadi di Lunyuk bukan sebuah solusi karena justeru akan memperburuk keadaan. “Kalau terus dipresure, karyawan kami malah takut, panik dan tidak konsentrasi dalam bekerja,” ujarnya. PLN terus berupaya dengan berbagai cara untuk menormalkan yang rusak, memelihara yang beroperasi, termasuk menambah kekurangan kapasitas. “Semuanya perlu waktu dan biaya,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda