Dinilai Provokatif Oknum Petugas Kehutanan Dipolisikan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/12)

AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa
AKBP Karsiman SIK MM, Kapolres Sumbawa

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM mengaku geram dengan upaya oknum petugas kehutanan yang memutarbalikkan fakta terkait penemuan tumpukan kayu di Hutan Gili Ngara, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir. Karenanya Kapolres telah memerintahkan Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) membentuk tim untuk memproses secara hukum adanya kejadian ini. Kapolres yang ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (20/12) juga telah memerintahkan tiga anggota Polsek Moyo Hilir melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang  diduga dilakukan dua oknum kehutanan, Ramli dan Habibi. Sebab apa yang telah dilakukan oknum kehutanan tersebut telah memprovokasi masyarakat sehingga anggotanya nyaris menjadi korban massa. “Ini tidak boleh dibiarkan, harus disikapi secara tegas agar masyarakat tahu siapa yang bermain dalam kasus kayu di Hutan Gili Ngara,” tegas Kapolres.

amdal

Laporan pencemaran nama baik ini hanya sebagai pembuka bagi pihaknya untuk melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap adanya dugaan praktek illegal logging yang dilakukan oknum tertentu. Semua pihak termasuk pemilik chainsaw, oknum petugas kehutanan, warga dan pihak terkait lainnya akan dimintai keterangan. “Akibat kejadian ini bukan hanya anggota kami yang menjadi korban, tapi juga telah menciderai institusi. Ini harus diselidiki agar menjadi terang benderang,” tandasnya.

Sementara itu Brigadir Lanang Manuris, didampingi Brigadir Agus Asmayadi dan Brigadir KT Mulyadi telah resmi melaporkan kasus tindak pidana pencemaran baik tersebut. Hingga sore hari, ketiganya masih dimintai keterangan oleh tim penyidik Reskrim guna dibuatkan BAP sebagai dasar polisi untuk mengungkap kasus tersebut. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Sejumlah Orang Diamankan, Warga Lito Ngelurug ke Kantor Polisi