Daerah Terisolir akan Dijamah PLN

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/12)

GM PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto
GM PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto

Keberadaan listrik menjadi indicator kemajuan suatu daerah. Sebaliknya tanpa listrik, daerah tersebut menjadi terisolir. Hal inilah yang dirasakan sejumlah desa dan kecamatan yang berada di wilayah NTB termasuk Kabupaten Sumbawa. Ada beberapa titik di daerah ini yang belum terjamah listrik terutama sejumlah desa di bagian selatan Sumbawa, meski persoalan ini sudah lama diusulkan.

General Manager PLN Wilayah NTB, Dwi Kusnanto yang ditemui Kamis (18/12), mengakui adanya usulan pembukaan jaringan baru ini. Menurutnya usulan itu merupakan program rencana jangka panjang perusahaan. Dan program untuk mengaliri listrik di lokasi yang belum terjangkau sudah masuk dalam rencana Tahun 2015 ini. Dari hasil inventarisir, sebutnya, ada 12 lokasi di NTB yang akan dijamah dan 7 di antaranya termasuk Lunyuk Sumbawa masuk program penambahan kapasitas. PLN selaku operator hanya menunggu kepastian realisasinya melalui anggaran APBN maupun APLN. “Program sudah ada dan kami sudah mengusulkan lokasi baru maupun penambahan kapasitas termasuk Lunyuk. Tapi untuk realisasinya kami harus menunggu kepastian investasi (anggaran),” katanya.

Selain dukungan investasi, ada beberapa kendala lainnya yang dikhawatirkan yakni persoalan perijinan dan pembebasan lahan. Untuk persoalan ini ungkap Dwi, pihaknya membutuhkan support dari pemerintah daerah. PLN dan Pemda harus bergandengan tangan untuk merealisasikan program penambahan kapasitas di wilayah yang belum terjangkau listrik. “Perijinan itu mutlak, karena kami tidak dapat bekerja tanpa mengantongi ijin. Untuk itu sinergisitas dengan Pemda harus dilakukan sehingga persoalan yang ada dapat diretas secara bersama,” ucap Dwi.

Baca Juga  CJH Kloter 2 Asal Sumbawa Bertolak ke Makkah

Sementara Manager Area Sumbawa, Pedi Sumanto mengakui ada 10 titik yang diusulkan Pemda untuk dialiri listrik. Namun rata-rata titik lokasi ini berada di daerah terisolir dengan akses jalan yang sulit. Kondisi ini menjadi Kendala bagi PLN untuk segera merealisasikannya, terutama mobilisasi material seperti tiang beton dan jaringan. Selain itu dibutuhkan medan yang kuat dan handal untuk kepentingan konstruksi, serta dukungan operasional dengan ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai. “Kami sudah ke Lebin, Lawin dan beberapa desa di Kecamatan Ropang, serta sejumlah desa di Kecamatan Batu Lanteh. Persoalannya hampir sama yaitu akses jalan,” akunya.

Ketika pemasangan jaringan dipaksakan namun tidak berfungsi, justru akan menimbulkan gejolak yang lebih besar lagi. Karenanya dukungan semua pihak terutama Pemda dalam menyiapkan infrastruktur jalan dan membantu proses perijinan sangat diharapkan sehingga harapan Sumbawa menjadi terang-benderang dapat terwujud. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda