Warga Sering Dilanda Banjir Kiriman Selokan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/12)

Warga Dusun Sering Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis kembali yang diterjang banjir luapan air saluran Jalan Semongkat, Rabu (17/12). Akibat luapan air yang sangat deras itu sejumlah rumah warga rusak akibat tergerus air.  Bahkan sebagian tembok rumah milik M Dahlan roboh.

amdal

Dahlan yang ditemui mengaku banjir tersebut sudah diperkirakan akan terjadi lagi menyusul hujan deras yang terjadi selama beberapa jam. Sebelumnya banjir yang sama juga terjadi setelah hujan pertama turun. Banjir yang terjadi Rabu siang itu jelasnya, membuat warga panik. Air luapan saluran ini menggenangi pemukiman sehingga kerugian yang diderita diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Dalam menangani banjir ini, Kades Kerato turun tangan, dan sempat meminta bantuan alat berat dari kontraktor pelaksana proyek saluran untuk membersihkan puing-puing bangunan roboh, namun ditanggapi setengah hati.

Hingga kini warga setempat merasa was-was karena khawatir akan terjadi banjir susulan jika hujan kembali turun. “Semakin besar hujan potensi bencana juga semakin besar,” keluhnya.

Menurutnya, selama sumber masalah tidak dibenahi yakni pelebaran atau pembersihan saluran Jalan Semongkat, banjir itu akan tetap terjadi dan merusak pemukiman warga. “Proyek ini biang masalah diduga ada kesalahan dalam proyek yang sekarang ini masih berlangsung,” duganya.

Terkait kesepakatan dengan kontraktor saat pertemuan di Kantor Camat pasca bencana pertama, Dahlan mengaku belum terealisasi, baik perbaikan penyebab banjir maupun kesepakatan akan turun ke lokasi saat banjir terjadi. “Kami sangat kecewa dengan pihak kontraktor,” tukasnya.

Baca Juga  Polres Sumbawa Atasi Kekeringan di Moyo Hulu

Sementara untuk mengatasi banjir akan datang, menurut M Dahlan, warga telah bersepakat dengan pemerintah desa untuk menutup sebagian selokan di sekitar kampus baru UNSA guna mengurangi debit air turun menuju pemukiman warga. “Hasil pengerjaan proyek itu bukannya memberikan kenyamanan kepada warga, tetapi sebaliknya membuat warga semakin resah,” tandasnya, seraya berharap pemerintah daerah khususnya pelaksana proyek mencari solusi terhadap masalah banjir. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda