Terduga Curanmor Dipermak Massa

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/12)

Terduga Diopname
Terduga Diopname

Evan (18) nyaris tewas. Warga asal Kabupaten Dompu ini mengalami muntah darah, wajah bengkak dan membiru, serta tidak sadarkan diri setelah dihajar puluhan massa di wilayah Taruntum, Kecamatan Lape, kemarin. Dalam kondisi koma, pria yang masih berstatus pelajar ini dilarikan ke Puskesmas Lape, dan selanjutnya menjalani rawat inap di Klinik Polres Sumbawa.

amdal

Evan tertangkap massa karena diduga sebagai kawanan pencurian sepeda motor (curanmor). Massa sudah hilang kesabaran karena dalam seminggu ini hampir setiap hari terjadi kasus tersebut. Seperti di Dusun Kerato Desa Lape dan Desa Langam Kecamatan Lopok pada Sabtu dan Minggu kemarin. Yamaha Mio Soul EA 3179 DC milik Firmansyah Putra (30) dan Honda Beat EA 4191 DB milik Syafruddin (29) hilang, meski diparkir di depan rumah dalam kondisi stang terkunci.

Evan yang ditemui di Klinik Mapolres Sumbawa, Selasa (16/12), membantah tuduhan terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor. Ia mengaku korban salah sasaran, karena yang melakukan aksi curanmor itu adalah Jhon, Dony dan Adi. Evan mengenali keempatnya dari Seka–rekannya di Dompu. Sebelumnya dia diajak Jhon ke Sumbawa tepatnya di Lape untuk mengambil sepeda motor yang mengalami kerusakan. Mereka tiba pada pagi harinya di sebuah kebun yang kebetulan ada rumah untuk berteduh. Jhon meninggalkannya bersama dua orang lainnya yang diketahui bernama Dony dan Adi, karena hendak membeli nasi. Tak berselang lama muncul puluhan massa menggrebeg mereka. Dua lainnya kabur, sementara Evan yang mengaku bingung memilih diam di tempat. Seperti dikomando, massa langsung menghajarnya.

Baca Juga  Jika Gugatan PP Dikabulkan, Tergugat Terancam Ganti Rugi

Namun pengakuan Evan berbeda dengan keterangan Kapolsek Lape, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Satrio yang dikonfirmasi Selasa (16/12). Menurut Yoyo—akrab mantan perwira low profil ini, keberadaan kawanan ini diketahui warga Sabtu malam lalu. Mereka digrebeg saat sedang mempreteli sepeda motor hasil curiannya di wilayah Osapsio. Dalam penggrebekan itu, mereka berhasil kabur meninggalkan sejumlah barang bukti di TKP berupa 2 jaket, empat pasang sandal, tiga unit sepeda motor (dua milik pelaku dan satu hasil pencurian), serta kunci T dan kepala obeng. Meski kabur, wajah para pelaku sudah dikenali termasuk Evan karena sempat disenter dalam jarak yang sangat dekat.

Paginya sekitar pukul 08.00 Wita, massa mengendus keberadaan kawanan ini sekitar 3 kilometer dari TKP penggerebekan semalam. Kehadiran massa membuat empat orang termasuk Evan panik. Massa hanya bisa menangkap Evan, sedangkan tiga lainnya berhasil kabur.

Dari kantong celana Evan, ditemukan anak obeng yang identik dengan kepala obeng yang ditemui TKP saat penggerebekan pertama. Hal ini semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa benar Evan salah satu dari empat orang yang digrebeg di wilayah Osap Sio. “Dari obeng inilah yang menguatkan dugaan Evan salah satu dari komplotan curanmor itu,” kata Yoyo. Untuk memastikannya penyidik sedang mendalaminya. Namun sejauh ini, terduga Evan belum dapat dimintai keterangan karena dalam penanganan medis akibat dihajar massa. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda