Rumput Laut Sumbawa Diekspor ke China

oleh -17 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/12)

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik

Kabupaten Sumbawa kini dikenal sebagai daerah ‘lumbung’ rumput laut. Potensi yang melimpah membuat komoditi tersebut menjadi unggulan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat terutama yang tinggal di daerah pesisir. Melimpahnya komoditi hasil panen petani rumput laut belum ini, dilirik pasar China. Karenanya Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) menjalin kerjasama dengan UD Bintang Jaya melakukan eksport rumput laut ke negeri tirai bambu tersebut. Eksport ini ditandai dengan pelepasan secara simbolis di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Senin (15/12).

amdal

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Ir H Junaidi M.Si melaporkan, areal potensi budidaya rumput laut di Provinsi NTB mencapai 24.000 Ha dan sebagian besar berada di Kabupaten Sumbawa dengan luas 14.950 Ha (62,30 persen). Dengan luas lahan tersebut, Kabupaten Sumbawa memproduksi rumput laut 897.000 ton/tahun.

Rumput LautSejak dilaksanakan kegiatan budidaya rumput laut pada Tahun 1993 di Pulau Medang hingga Tahun 2014 baru dapat dimanfaatkan sebesar 5.028,93 Ha (33,64 persen) dengan produksi pada Tahun 2013 mencapai 250.000 ton berat basah/31.250 ton berat kering.

Pasang surutnya usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Sumbawa tidak terlepas dari keberadaan UD Bintang Jaya (saat itu bernama CV Bintang Laut) yang telah konsisten dengan usaha rumput laut. Selain usaha pemasaran hasil rumput laut, perusahaan itu juga menekuni budidaya pola kemitraan bersama masyarakat dengan 3 lokasi wilayah kerja yaitu Pulau Medang, Labuan Terata dan Sangoro.

Baca Juga  Tarunawan: Hutan Rusak, Jangan Salahkan Program Jagung

Kegiatan tersebut ungkap Haji Jun—akrab pejabat ramah ini disapa, bertujuan untuk mendorong peningkatan ekspor produksi perikanan dari Kabupaten Sumbawa, meningkatkan semangat para pembudidaya rumput laut bahwa rumput laut sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar ekspor yang luas. Di samping itu sebagai tindaklanjut atas telah diperolehnya nomor persetujuan (Approval Number) registrasi bagi UD Bintang Jaya pada Tahun 2014 untuk melakukan ekspor keempat negara tujuan di Asia yaitu RRC, Kanada, Philipina, dan Vietnam.

Rumput Laut 3Sementara itu Bupati Sumbawa Drs Jamaluddin Malik dalam sambutannya sekaligus melepas ekspor rumput laut berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu pemicu semangat masyarakat di Kabupaten Sumbawa untuk terus berusaha dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan. Hal ini didukung dengan potensi pengembangan rumput laut di Kabupaten Sumbawa seluas 14.000 Ha, melebihi setengah luas potensi pengembangan rumput laut NTB, yaitu seluas 24.000 Ha.

“Sebenarnya kita memiliki potensi–potensi yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengajak masyarakat untuk bertani rumput laut. Jadi jangan hanya bercocok tanam di darat, tapi juga bercocok tanam di laut karena rumput laut  merupakan komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang tinggi dan luas,” kata JM sapaan akrab Bupati Sumbawa.

JM juga berharap kerjasama dalam mengembangkan usaha perikanan, khususnya rumput laut yang telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang. “Apabila masih diekspor dalam bentuk bahan mentah maka di masa yang akan datang dapat mengirimnya dalam bentuk setengah jadi atau barang jadi,” ujarnya.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Jalin Kerjasama dengan New Zealand

Tentunya ini sebagai wujud komitmen bersama untuk menyukseskan pembangunan kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sebagaimana.

Di akhir sambutannya, Bupati Sumbawa didampingi Wakil Bupati Drs H ARasy Muhkan, Sekretaris Daerah, Drs H Rasyidi, dan segenap Muspida, para pejabat dan Pimpinan UD Bintang Jaya, melakukan pemecahan kendi menandakan keberangkatan pengiriman rumput laut asal Sumbawa ke RRC. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda