Kepala PLN Lunyuk Dianiaya

oleh -26 views

Sumbawa Besar, SR (17/12)

Kapolsek Lunyuk IPDA Sumardi S.Sos
Kapolsek Lunyuk IPDA Sumardi S.Sos

Kepala PLN Lunyuk, Haryono dianiaya setelah ratusan warga dari 7 desa di Kecamatan Lunyuk mendatangi Kantor PLN setempat, Selasa (16/12) malam. Massa yang datang sekitar pukul 19.30 Wita ini mengajukan protes atas pemadaman listrik yang telah berlangsung selama hampir 4 bulan tersebut. Apalagi pemadaman total sepanjang hari dalam dua hari ini tanpa pemberitahuan. Beruntung dalam aksi tersebut, massa tidak melakukan pengrusakan. Namun demikian Haryono menderita luka memar di pelipis kirinya akibat dibogem massa yang kalap. Kondisi akhirnya terkendali setelah polisi, TNI dan kepala desa tiba di lokasi.

DPRD

Perwakilan warga, Roli mengatakan, masyarakat sudah jenuh dengan kondisi listrik di Lunyuk. Selama ini mereka selalu dijanjikan PLN akan mendatangkan mesin baru mengingat mesin yang ada sudah tidak layak lagi. Apalagi hampir semua mesin di PLN Lunyuk adalah mesin bekas yang didrop dari Bima dan Kecamatan Alas. “Jangan lagi datangkan sparepart, tapi mesin baru,” pintanya.

Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Lunyuk, Mahdi mengaku memahami kemarahan warga sebab mereka menunggu janji yang tak pasti. Apalagi pemadaman yang terjadi selama ini sudah cukup meresahkan, terlebih lagi tidak ada informasi terkait pemadaman total yang berlangsung sejak dua hari belakangan ini. Namun demikian, penganiayaan yang dilakukan terhadap kepala PLN Lunyuk tidak bisa dibenarkan. “Ini terjadi karena miss komunikasi, semoga tidak terulang lagi dan kami harap masyarakat dapat menjaga kondusifitas,” pinta Kades Sukamaju ini.

Ia berharap pemadaman tersebut harus berkesudahan, sebab pelayanan publik dan aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Pemadaman listrik ini juga menjadi pemicu munculnya kasus tindak criminal di Lunyuk seperti kasus pencurian dan perampokan.

Baca Juga  Terpapar Herbisida, Petani Bawang Keracunan

Mengenai informasi pemadaman, Mahdi berjanji akan berkoordinasi dengan kepala desa di Lunyuk bersama PLN menggiatkan sosialisasi sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif tidak hanya soal jadwal pemadaman tapi juga kondisi mesin yang ada.

Sementara itu Kepala PLN Lunyuk, Haryono mengaku kedatangan warga sangat mendadak menuntut pemadaman dihentikan. Belum sempat dia memberikan klarifikasi, bogem langsung melayang di wajahnya. Ia memahami kemarahan warga dan menganggap persoalan itu hanya miss komunikasi, terlebih lagi warga sudah menyampaikan permohonan maaf. Sebaliknya, pihaknya juga merasa bersalah karena belum sempat menyebarkan informasi soal pemadaman total dalam dua hari ini yang berlangsung dari pukul 13.00—17.00 Wita, dan dilanjutkan dengan pemadaman 2-1 (dua hari nyala satu hari padam) dari pukul 17.00—13.00 Wita. “Kami belum sempat sebarkan informasi karena kami mengira gangguan mesin bisa dipulihkan Selasa siang, tapi perkiraan ini meleset sehingga rencananya besok (Rabu) informasi ini kami sebarkan,” akunya.

Ia mengakui pemadaman di Lunyuk sudah berlangsung hampir empat bulan. Hal ini terjadi karena 3 dari 5 mesin yang ada mengalami kerusakan. Dengan dua mesin berkapasitas 350 KW ini tidak sebanding dengan beban puncak yang mencapai hampir 800 KW menyusul adanya penambahan jaringan baru dari Plara—Sampar Goal untuk melayani sekitar 270 pelanggan. Untuk menyiasatinya terpaksa dilakukan pemadaman bergilir sambil menunggu spare part yang telah dipesan di luar negeri dan kini sudah berada di Surabaya yang rencananya seminggu lagi tiba di Lunyuk. Saat kedatangan massa di Kantor PLN, listrik padam di wilayah Lunyuk Ode, Lunyuk Rea, Sukamaju, Krida, Emang, Sukajaya dan Jamu, sementara yang nyala di Padasuka, Perung, Sumber Sari, Mekar Sari, dan Jelapang.

Baca Juga  Selamat !! AKBP Widy dan Letkol Rudi, Kapolres dan Dandim Terbaik

Terkait dengan keinginan masyarakat agar didatangkan mesin baru, Haryono yang baru lima bulan menjabat, mengaku sudah mengusulkannya ke kantor wilayah melalui Area Sumbawa beberapa bulan yang lalu. Namun hingga kini belum disetujui. “Kami tetap berharap kondisi listrik di PLN kembali normal dalam mendukung kegiatan pemerintah dan masyarakat di sini,” pintanya.

Dihubungi terpisah, Manager PLN Area Sumbawa, Pedi Sumanto, mengakui sparepart mesin pembangkit di Lunyuk yang dipesan sudah berada di Surabaya. Sparepart itu akan tiba di Lunyuk seminggu lagi untuk mengganti sparepart yang rusak. Ia berharap adanya sparepart yang baru ini dapat mendukung perbaikan mesin yang ada sehingga mampu mengatasi pemadaman bergilir yang selama ini diberlakukan.

Kapolsek Lunyuk, IPDA Sumardi S.Sos, menyatakan, kondisi Lunyuk sudah kembali kondusif. Masyarakat yang sebelumnya mendatangi PLN setempat sudah berangsur-angsur pulang ke rumah setelah mendapat penjelasan mengenai kondisi mesin pembangkit. Ia menghimbau masyarakat dapat menjaga kondusifitas dan tidak melakukan tindakan anarkis yang justru merugikan semua pihak. “Mari kita selesaikan persoalan dengan kepala dingin, karena setiap permasalahan pasti ada solusinya,” demikian Kapolsek. (*) Baca juga di Gaung NTB

DPRD DPRD