Kawanan Bersenjata Gasak Ternak di Kanar

oleh -1 views
ilustrasi, ternak sapi
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/12)

Perampok SenpiPolisi terus kecolongan dengan aksi pencurian ternak yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Sebab setiap polisi tiba di TKP, kawanan bersenjata itu sudah menghilang dengan membawa hasil dari aksi kejahatannya. Bahkan meninggalkan jejak kekerasan yang menimpa para pemilik ternak. Seperti yang terjadi di wilayah Dusun Kanar, Desa Labuan Badas, Kecamatan Badas, Minggu (14/12) dinihari sekitar pukul 03.00 Wita. Sedikitnya belasan ternak diangkut kawanan yang berjumlah sekitar 30 orang ini. Para pemilik ternak dibuat tak berkutik, selain dianiaya juga diancam menggunakan pistol dan senjata laras panjang.

Menurut Kepala Dusun Kanar, Usman yang dihubungi Senin (15/12), aksi kawanan ini menimpa sejumlah warganya yang tinggal di RT 02 RW 05. Berawal dari aksi mereka di sekitar kediaman Selamat, Wahab dan Ayang. Masing-masing satu ekor kuda milik korban yang diikat di belakang rumah ini digeret sekelompok pelaku. Korban mengetahuinya ketika hendak buang air kecil dan melihat adanya gerakan di kegelapan. Salah seorang korban berusaha mengejar karena melihat kudanya digiring pelaku menuju Pantai Hawai yang berjarak sekitar 1,5 kilometer. Belum sempat mendekat korban sudah dikepung dan dikeroyok para pelaku yang semuanya dalam keadaan telanjang hanya mengenakan celana dalam. Daripada mati konyol, korban memilih kabur dan merelakan kudanya dibawa.

Ternyata para pelaku terbagi dalam beberapa kelompok, sebab kelompok lainnya juga sedang beraksi di kebun kelapa yang di dalamnya terdapat kandang ternak. Di kebun ini hanya dihuni Kakek Alina dan istrinya sekaligus bertindak sebagai pemelihara ternak. Alina yang mendengar suara berisik bergegas keluar rumah dan mengarahkan senter besarnya ke arah pelaku. Bukannya kabur, tiga di antara pelaku langsung mendatangi korban untuk membuat perhitungan. Merasa terancam, kakek tersebut bergegas masuk rumah lalu mengunci pintu dari dalam. Tiga pelaku inipun berusaha mendobrak, sedangkan korban berusaha menahan pintu. Para pelaku terlihat kalap, mereka merusak kandang ayam dan menebas beberapa ekor hingga mati. Selanjutnya pintu dan jendela dirusak menggunakan parang, sehingga kawanan ini berhasil masuk rumah. Kakek Alina sempat dihajar, dan istrinya ditodong menggunakan pistol. VCD dan HP milik korban diambil, senter besar yang biasa digunakan korban dihancurkan, kemudian enam ekor sapi dikandang dibawa kabur. Rupanya dalam perjalanan ke pantai, kawanan ini sempat mampir di kediaman Tambun. Di tempat ini mereka berhasil mengambil 5 ekor sapi. Mereka juga mampir di kediaman Pamangku Jaten (depan Barito) mengambil 2 ekor sapi. Pamangku yang sempat melawan dihajar dan beberapa kali senjata laras panjang diledakkan di dekat telinga korban. Istri Pamangku yang panik dilempar menggunakan batu sehingga punggungnya memar.

Baca Juga  Gerah Didemo, PT KTS Bakal Tempuh Jalur Hukum

Informasi aksi kawanan ini ungkap Usman, tersebar sehingga warga yang disusul polisi bergerak menuju pantai. Namun kawanan ini sudah berada di tengah laut sembari meletuskan senjata laras panjang beberapa kali ke udara. Sementara warga dan beberapa anggota polisi hanya bisa menatap dari kejauhan dengan emosi yang tak tertahankan. Meski demikian Kakek Alina merasa lega, sebab 6 ekor sapi peliharaannya ditinggal pelaku di pesisir pantai. Sejumlah sapi ini sudah dicocok hidungnya agar mudah digiring masuk kapal. Entah mengapa para pelaku tidak sempat membawanya.

Usman menduga aksi kawanan ini andil dari penunjuk jalan yang sangat mengenali situasi dan kondisi di wilayahnya. Indikasinya, para pelaku langsung mendatangi sasaran. “Tidak mungkin mereka tahu jika tidak ada penunjuk jalan yang kemungkinan berasal dari ‘orang dalam’,” duganya.

Sementara informasi lain menyebutkan, sebelum masuk ke Dusun Kanar, kawanan ini sudah melucuti handphone para nelayan yang kebetulan berpapasan di tengah laut. Ini dilakukan agar nelayan tersebut tidak menginformasikan kedatangan mereka kepada warga Kanar yang berada di daratan. Upaya ini ternyata berhasil, sebab kawanan pencurian ternak dengan aman membawa hasil kejahatannya menuju Pulau Lombok.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, Senin (15/12) membenarkan adanya kasus tersebut. Namun pihaknya masih menerima laporan secara lisan dan sudah ditindaklanjuti dengan mendatangi TKP. Sayangnya, para pelaku sudah meninggalkan lokasi dan berada di laut sekitar 200 meter dari tepi pantai. Mantan Kapolsek Buer ini juga mengaku lambatnya laporan yang diterima polisi menjadi pemicu lolosnya para pelaku. “Kami menerima laporan setelah para pelaku sudah beraksi dan meninggalkan lokasi,” demikian Waluyo. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda