Pelajar SMAN 1 Sumbawa Study ke Jepang

oleh -9 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/12)
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar di SMA Negeri 1 Sumbawa. Kali ini siswa di salah satu sekolah unggulan dalam Kota Sumbawa itu, yakni Wizurai Areta Muserry, akan mengikuti kegiatan Jenesy—program pertukaran pelajar, di Negeri Sakura, Jepang,15—23 Desember.
Didampingi orang tua, guru pembimbing dan Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dikmen, Shalahuddin MA SH, Rai—biasa Ia dipanggil, dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, Sudirman Malik S.Pd, di ruang kerjanya, belum lama ini.

Untuk diketahui, keikutsertaanya dalam kegiatan ini, berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan langsung oleh sebuah lembaga dari Jepang. Selama berada di Negeri Matahari Terbit, Rai akan mengikuti beberapa kegiatan seperti Home Stay di rumah-rumah penduduk, berkunjung ke sekolah-sekolah yang mempelajari tentang Bahasa Indonesia, ke tempat-tempat bersejarah serta menampilkan seni budaya daerah Sumbawa, Sakeco sesuai keahliannya. Kadis Diknas, berpesan kepada Rai yang juga putra pertama pasangan, Mukhlis SPd (Kasi PAUD Dinas Diknas) dan Eti ini, agar selalu menjaga nama baik bangsa dan negara, khususnya memperkenalkan daerah Sumbawa di Jepang.
Ia berharap, agar ditahun – tahun mendatang semakin banyak lagi pelajar berprestasi dari Kabupaten Sumbawa, yang dapat mengharumkan nama daerah dan Indonesia dikancah internasional.  Sebagai bentuk rasa bangga, Kadis Diknas menyerahkan sekedar tali asih secara pribadi kepada Rai.

amdal

Sementara itu, kepala SMA 1 Sumbawa, Fahrizal, SPd, MPd, mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya ini.  Prestasi ini menurut Ical—sapaan akrabnya, makin menunjukkan bahwa pelajar di sekolahnya memiliki multi intelegency dan itu harus didukung sepenuhnya, agar prestasi tidak hanya diraih dibidang tertentu saja. “Makin banyak potensi yang dimiliki siswa, itu makin baik. Sekolah siap untuk mengembangannya. Apa pun bentuk kreatifitas siswa, kami dari pihak sekolah siap memberikan dukungan,” ujarnya.
Namun, untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswanya, mantan Kepala SMAN 1 Lape ini, menegaskan masih ada beberapa kendala yang kerap dihadapi sekolah. Kendala besar yang sering dirasakan sekolah, terutama yang berkaitan dengan dana.
Di sinilah sambungnya, dibutuhkan pengertian semua pihak terutama orang tua murid, bahwa untuk memunculkan potensi yang dimiliki siswa bukanlah perkara gampang. “Ini (memunculkan prestasi) adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas sekolah. Jadi dukungan orang tua murid, juga sangat diharapkan,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  48 Guru Al-Qur’an Metode Tilawati Dapat Pelatihan Standarisasi