Polsek Utan Tangkap Terduga Perampok dan Pemerkosa

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/12)

Kapolsek Utan, IPTU Joko RS Gatot
Kapolsek Utan, IPTU Joko RS Gatot

Penyelidikan panjang jajaran Polsek Utan untuk mengungkap kasus perampokan disertai pemerkosaan yang terjadi di Pasir Putih Dusun Lampok, Bina Karya, Desa Sabedo Kecamatan Utan, mulai membuahkan hasil. Rabu (10/12) siang sekitar pukul 11.30 Wita, anggota yang langsung dipimpin Kapolsek setempat, berhasil mengamankan dua dari lima terduga pelaku di kediamannya. Sementara tiga lainnya termasuk SLT—residivis yang menjadi otak pelaku, masih dalam pencarian.

amdal

Kapolsek Utan, IPTU Joko Rahmat Santoso Gatot yang dihubungi, mengaku telah mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku perampokan disertai pemerkosaan. Keduanya berinisial CO dan SN. Penangkapan keduanya setelah polisi memperlihatkan foto keduanya kepada korban. Untuk meyakinkan, korban juga diminta untuk melihat langsung kedua terduga meski dalam ruang yang berbeda. Dan korban mengakui keduanya adalah bagian dari komplotan yang merampok dan memperkosanya. “Untuk memastikannya, dua terduga ini masih diinterogasi,” ungkap Joko Gatot—akrab Kapolsek ramah ini disapa.

Disinggung mengenai tiga kawanan lainnya, Kapolsek mengaku sudah kabur keluar daerah. Untuk mengejar dan menangkap para pelaku tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda NTB guna melacak keberadaan mereka.

Seperti diberitakan, kasus perampokan dan pemerkosaan ini terjadi berawal ketika korban DN (18) kekasihnya (18) duduk menikmati indahnya suasana pantai pasir putih Dusun Lampok, Bina Karya, Desa Sabedo Kecamatan Utan. Tak berselang lama pasangan ini didatangi sekelompok orang. Kawanan yang berjumlah lima orang ini langsung mengancam dan merampas handphone dan kalung emas milik korban.

Baca Juga  Satu Pelaku Pemerkosaan “Samota” Ternyata Residivis

Tak hanya itu, korban diseret terpisah dari kekasihnya dan selanjutnya digarap secara bergilir. Para pelaku teridentifikasi berinisial SLT Cs. SLT sudah dikenal warga sebagai residivis dan kerap meresahkan. Polisi yang mendapat laporan langsung bertindak cepat dengan mendatangi tempat persembunyian para pelaku. Rupanya mereka sudah kabur sebelum polisi tiba. (*) baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda