Pelanggar Lalulintas Didominasi Pelajar dan PNS

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/12)

IPTU Edy Sudarma Kurniawan S.Kom
IPTU Edy Sudarma Kurniawan S.Kom

Sepertinya polisi harus mengintensifkan sosialisasi tentang peraturan berlalulintas di kalangan birokrasi dan pelajar. Pasalnya, pelanggar yang terjaring dalam Operasi Zebra Gatarin 2014 yang digelar jajaran Polres Sumbawa belum lama ini, didominasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pelajar.

Kasatlantas Polres Sumbawa, IPTU Edy Sudarma Kurniawan S.Kom, yang ditemui Rabu (10/12), mengakuinya. Dari 1.868 pelanggar yang terjaring, 80 persen di antaranya adalah pelajar dan PNS. “Pelajar 50 persen, PNS 30 persen, sisanya 20 persen karyawan swasta dan masyarakat umum, yang sebagian besar pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menggunakan helm,” sebutnya.

Ia mengaku tidak menyangka dominasi pelanggaran ini dilakukan PNS dan pelajar. Sebab sebelumnya sosialisasi intensif dilakukan baik di sekolah maupun di sejumlah instansi. Untuk kalangan PNS, pihaknya sudah bersurat ke masing-masing SKPD jauh sebelum digelar Operasi Zebra guna mengingatkan kembali agar dalam berkendara wajib mengenakan helm, membawa SIM dan STNK, serta kelengkapan teknis lainnya. Selain itu kendaraan roda empat wajib mengenakan sabuk pengaman. Demikian dengan para pelajar, program goes to school rutin dilakukan Dikyasa Lantas bekerjasama dengan Fungsi Binmas.

Namun demikian kembali kepada masing-masing pelanggar, karena semaksimal apapun upaya yang dilakukan polisi jika tidak didukung masyarakat maka kesadaran berlalulintas tidak akan pernah terwujud. “Misalnya pelajar, yang harus lebih berperan adalah guru dan orang tua,” ucapnya.

Baca Juga  Kunjungi Sumbawa, Istri Kapolda NTB Sosialisasi Narkoba

Sedangkan PNS, akan dikembalikan kepada instansinya masing-masing, karena mereka memiliki pejabat pembina yang akan menstresing aparaturnya dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan taat hukum. “Meski banyak PNS yang melanggar, tapi masih lebih banyak lagi PNS yang taat hukum dan tertib dalam berlalulintas,” tandasnya.

Dengan berakhirnya operasi Zebra ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih tertib. Dan bukan berarti berakhirnya operasi ini masyarakat kembali melakukan pelanggaran, karena polisi tetap melakukan giat rutin yang ditingkatkan. “Kami ingin masyarakat Sumbawa menjadi pelopor keselamatan berlalulintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan sehingga terciptanya Kamseltibcarlantas di Tana Samawa,” demikian Kasatlantas. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda