K-13 Dihentikan, Sumbawa Tunggu SE Mendikbud

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/12)

Sudirman Malik, S.Pd, Kadis Diknas Sumbawa
Sudirman Malik, S.Pd, Kadis Diknas Sumbawa

Penerapan Kurikulum 2013 (K-13) akhirnya dihentikan Kementerian Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan (Kemendikbud), khususnya bagi sekolah yang baru menjalankan kurikulum ini selama satu semester. Terkait pemberhentian ini, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, mengaku masih menunggu Surat Edaran Kemendikbud. “Kami belum menerima surat edaran resmi dari Kemendikbud maupun Dikpora NTB. Jadi kebijakan ini belum berani kami sampaikan ke sekolah. Yang pasti, Kabupaten Sumbawa termasuk salah satu daerah sasaran pemberhentian K-13 ini,” kata Kadis Diknas setempat, Sudirman Malik, S.Pd.

Dikeluarkannya kebijakan ini ujar Dirman Malik—sapaan akrabnya, kemungkinan besar Sumbawa akan kembali menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). “Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, apakah Sumbawa menggunakan lagi KTSP. Tapi kemungkinan besar kita akan memakai KTSP lagi,” ucapnya berasumsi.

Ia tidak menampik, kebijakan pemberhentian ini membuatnya kecewa, mengingat selama ini Dinas Diknas telah berupaya keras menyukseskan implementasi K-13 mulai melakukan sosialisasi, pendampingan hingga evaluasi yang tentunya menguras waktu, tenaga dan biaya. “Tapi ada hikmah di balik semua ini. Paling tidak, ada sistem dan konsep bagus di K-13 yang bisa diterapkan bagi pendidikan di Tana Samawa ke depannya,” timpalnya.

Ditanya tentang buku K-13, apakah tetap akan didistribusikan, Dirman Malik, yang juga Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa ini, menambahkan sepertinya tidak ada manfaatnya lagi, bila buku tersebut dipaksanakan untuk didistribusikan, karena didisain khusus K-13 dan tentunya berbeda dengan KTSP. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  TGB Ajak Mahasiswa UT Jadikan Disporseni Medium Berbagi Ilmu