Resmi Milik Warga, BPN Pasang Pal di Tanjung Menangis

oleh -13 views
bankntb

Tuntaskan Sertifikat Ganda 

Sumbawa Besar, SR (10/12)

amdal
Kompol Ferdyan S.IK, Wakapolres Sumbawa
Kompol Ferdyan S.IK, Wakapolres Sumbawa

Tumpang tindihnya sertifikat di lahan Perpat Sapuin Tanjung Menangis Kelurahan Brang Biji hingga menimbulkan konflik antara warga dan PT Tatas Samawa milik Ali Bin Dahlan (Bupati Lombok Timur), sudah menemui titik terang.

Hasil rekonstruksi yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumbawa sebagaimana permohonan 6 pemilik tanah yang difasilitasi Komisi I DPRD Sumbawa belum lama ini, telah diungkapkan BPN dalam pertemuan di Polres Sumbawa yang dipimpin Wakapolres setempat, Komisaris Polisi (Kompol) Ferdyan Indra Fahmi S.IK, Selasa (9/12).

Dicegat usai pertemuan, Wakapolres didampingi Kepala BPN Sumbawa, H Ramli SH MH, menjelaskan pengukuran ulang (rekonstruksi) yang dilakukan BPN kemarin, sudah sesuai dengan lokasi yang tertuang di dalam sertifikat milik warga. Artinya lahan yang juga berada di dalam lahan milik PT Tatas Samawa ini adalah milik warga. Karenanya BPN akan melakukan pemasangan Pal di lokasi tersebut, Rabu (10/12) hari ini, untuk menentukan batas-batas sesuai nomor sertifikat. “Kami akan melakukan pengamanan dalam pemasangan Pal itu,” kata Kompol Ferdyan—akrab perwira ramah ini disapa.

Selain melakukan pengamanan dan mediasi ungkap Ferdyan, pihaknya juga menyelidiki tumpang tindihnya sertifikat di lahan tersebut, menyusul adanya laporan warga yang mengaku lahannya dikuasai PT Tatas Samawa. Sebaliknya, menurut informasi PT Tatas juga memiliki dasar menguasai lahan itu karena memiliki alas hak berupa sertifikat. Dari klarifikasi kepala BPN, dalam proses pengukuran bisa terjadi kesalahan tekhnis apakah yang bersifat eksternal maupun internal. Hanya saja kesalahan ini disengaja atau tidak, inilah yang akan diselidiki. Sejauh ini penyelidikan polisi masih belum rampung mengingat pihak PT Tatas Sumbawa yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan belum dapat memenuhinya.

Baca Juga  Beraksi di Puluhan TKP, Gembong Curanmor Ditembak

Seperti diberitakan, enam warga yang lahanya dalam penguasaan PT Tatas Samawa (Ali BD) ini adalah H Subandiono dengan luas lahan sekitar 9,795 hektar, Supardi seluas 9,795 hektar, Suraji 3,32 hektar, Sri Marjuni 2,31 hektar, Alimuddin 1,62 hektar dan 1,88 hektar, serta Syaifuddin ST seluas 1,91 hektar. Lahan itu telah diratakan PT Tatas dan telah dibangun pagar permanen. Keenam warga inipun mengajukan permohonan kepada BPN untuk dillakukan rekonstruksi sehingga sudah terlaksana belum lama ini. Proses rekonstruksi yang dihadiri pemohon, Komisi I DPRD Sumbawa selaku fasilitator, dan tim pengukur BPN Sumbawa, tanpa dihadiri pihak PT Tatas Samawa, berlangsung lancar.  (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

 

 

iklan bapenda