Wabup Kecewa, Serapan APBD 2014 Minim

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/12)

Wabup Sumbawa, Drs H ARasy Muhkan
Wabup Sumbawa, Drs H ARasy Muhkan

Tinggal menghitung hari tahun anggaran 2014 berakhir. Namun hasil evaluasi, serapan anggaran APBD Sumbawa Tahun 2014 terbilang masih sangat minim. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014 di Kantor Bupati, Kamis (4/12).  Kondisi ini membuat Wakil Bupati Drs H Arasy Muhkan yang memimpin Rakor tersebut, kecewa dengan kinerja jajarannya.

Rakor dan evaluasi APBD tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Drs H Rasyidi, Asisten I Bidang Pemerintahan Dr HM Ikhsan, dan Asisten II Bidang Pembangunan Drs H Muhammading M.Si, serta seluruh kepala SKPD dan camat ini memaparkan capaian–capaian pelaksanaan program kegiatan di setiap SKPD. Selain capaian program, juga disampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi di lapangan yang menjadi penyebab minimnya pencapaian. Rakor tersebut dinilai sangat penting kerena pimpinan dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan APBD 2014 secara komprehensif.

Haji An—akrab Wabup disapa, mengkritisi jajarannya yang hanya pandai mengevaluasi belanja. Tetapi tidak pernah mengevaluasi masalah pendapatan. “Padahal ini ada konektivitinya. Tidak ada belanja jika tidak ada pendapatan. Ini menjadi PR kita,” ujarnya.

Haji An juga mengingatkan, dalam belanja pemerintah harus jeli agar barang yang dibeli bermanfaat karena jika tidak bermanfaat akan menjadi temuan. “Meski kualitas barang bagus tapi jika administrasinya jelek, juga akan menjadi temuan. Harus baik administrasi dan baik kualitas pekerjaan,” cetusnya, seraya berharap seluruh aparatur dapat berimprovisasi dan berkreasi dalam hal pembuatan laporan keuangan.

Baca Juga  TNI-Polri Bantu Warga Bersihkan Puing Kebakaran di Baturotok

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Drs H Muhammading M.Si menyebutkan, selama Tahun 2014, ada 120 paket yang dilelang melalui ULP, semuanya sudah tuntas. Hanya ada beberapa proyek yang gagal. Selain itu dalam pembuatan kontrak kerja masih ada beberapa kepala dinas yang lalai dan kurang cermat. “Ini peringatan bagi kita semua. Tahun depan tidak boleh terjadi lagi,” tegas Muhammading, sembari mengupas satu-persatu kinerja SKPD dan kecamatan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah, Drs H Rasyidi menyampaikan harapannya agar proses pembahasan APBD 2015 berjalan lancar. Seperti diketahui, dinamika politik di DPRD membuat rapat paripurna APBD 2015 menjadi terhambat untuk sementara. Dalam rapat koordinasi dan evaluasi APBD TA 2014 tersebut, terungkap bahwa serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih 69 persen. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda