Penyelidikan Ribuan Zak Semen Dihentikan

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/12)

Semen TonasaRibuan zak semen yang sempat diamankan jajaran Polres Sumbawa telah dikembalikan kepada pemiliknya, kemarin. Hal ini dilakukan polisi karena hasil penyelidikan ternyata semen yang diangkut menggunakan 7 truk untuk dikirim ke Bima dan Dompu ini, tidak memenuhi unsur tindak pidana. Semula polisi mengindikasikan pengiriman semen keluar daerah adalah bentuk penyelundupan menyusul beberapa hari sebelumnya Sumbawa mengalami kelangkaan semen.

amdal

Wakapolres Sumbawa, Komisaris Polisi (Kompol) Ferdyan Indra Fahmi S.IK, Kamis (4/12), mengakui hal tersebut. Sebelumnya semen sekitar 2000 zak ini diamankan di wilayah Kecamatan Plampang dan Empang karena hendak dikirim keluar daerah. Ini dilakukan untuk menindaklanjuti isu kelangkaan semen dan adanya permainan harga oknum pengusaha. Untuk membuktikannya, polisi memiliki waktu 1×24 jam melakukan penyelidik. “Kami ingin memastikan apakah semen yang diamankan ini dapat dinyatakan sesuai ketentuan atau ada regulasi yang dilanggar,” kata Kompol Ferdyan—sapaan singkat Wakapolres.

Langkah yang dilakukan polisi sebutnya, adalah melakukan pemeriksaan marathon terhadap seluruh sopir truk, dokumen pendukung yang dibawa sopir, termasuk distributor atau toko-toko yang menjadi tempat pengambilan barang tersebut. Selain itu penyidik juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Disperindag Sumbawa dan Propinsi.

Dalam waktu singkat polisi dapat mengumpulkan keterangan secara komprehensif dari seluruh pihak terkait yang kemudian ditindaklanjuti dengan gelar perkara. Dalam gelar perkara ini, jelas Kompol Ferdyan, penyidik mengacu pada UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang berisi larangan melakukan kegiatan atau usaha perdagangan yang tidak memiliki ijin. Ada tiga unsur yang coba dibuktikan dalam kasus ini yaitu ijin usaha perdagangan, dengan sengaja ini melakukan penyimpanan dalam batas waktu tertentu sehingga menimbulkan kelangkaan, dan terjadinya gejolak harga di wilayah setempat. “Kami berupaya untuk memenuhi alat bukti yang sah agar unsur yang kami sangkakan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga  Dicurigai Dukun Santet, Rumah Dihujani Batu

Untuk persoalan ijin, polisi memeriksa distributor dan toko-toko tempat pembelian semen. Secara prinsip mereka dapat menunjukkan kelengkapan terkait bidang usahanya sebagai distributor semen yang langsung bekerjasama dengan pabrikan, di samping mengantongi ijin dari dinas terkait di Sumbawa seperti ijin usaha, tempat usaha dan daftar usaha. Sangkaan inipun tidak memenuhi unsur pidana. Kemudian penyidik beralih ke unsur pasal tekait dengan pelaku usaha yang dengan sengaja melakukan penyimpanan di tempat tertentu dan jangka waktu tertentu sehingga menimbulkan kelangkaan atau gejolak harga.

Hasil pemeriksaan, tidak ada yang melakukan penimbunan atau sengaja tidak menjual semen kepada masyarakat. Semen yang baru dilakukan pembongkaran di pelabuhan langsung didrop ke sejumlah gudang distributor sesuai delivery order (DO) untuk selanjutnya dijual kepada konsumen. Dan stok di gudang juga masih banyak karena semen itu baru tiba, sehingga tidak terjadi kelangkaan. Memang seminggu sebelumnya sempat terjadi kelangkaan karena distribusi semen dari pabrikan belum tiba. Dan ketika polisi mengamankan ribuan zak semen, kondisi stok semen sudah stabil karena sudah pendistribusian dari produsen (pabrik semen). “Jadi semen saat itu sudah tidak langka, sehingga unsur yang disangkakan juga tidak terpenuhi,” ucap Kompol Ferdyan.

Penyelidikan polisi tidak berhenti, karena masih ada satu unsur lainnya yang harus dibuktikan yakni adanya “gejolak harga”. Untuk mengungkapnya, polisi melakukan pemeriksaan terhadap faktur penjualan dari distributor atau toko-toko yang menjual semen. Terungkap harganya berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 62 ribu, masih normal sesuai harga pasaran. Isu yang menyebutkan harga semen yang didrop ke luar daerah mencapai Rp 90 ribu ternyata tidak terbukti, sehingga tidak benar terjadinya gejolak harga.

Baca Juga  Ciptakan Pilpres Aman, Polisi Giatkan Razia

Karenanya kesimpulan gelar perkara yang dilakukan pihaknya ungkap Ferdyan, belum memenuhi unsur tindak pidana UU Perdagangan. “Penyelidikan kami hentikan dan semen yang sempat diamankan dikembalikan kepada pemiliknya untuk selanjutnya dapat dibawa sesuai dengan alamat yang dituju,” demikian pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda