Ayo Islah, Akhiri Boikot APBD Sumbawa

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/12)

Berpeeeluukaaan....(teletubbis)
Berpeeeluukaaan….(teletubbis)

Konflik di DPRD Sumbawa yang berujung pada aksi pemboikotan pembahasan APBD 2015 memantik perhatian sejumlah pihak. Sejumlah mantan anggota dewan setempat mulai angkat bicara. Ada yang menyesalkan itu terjadi karena dapat mengorbankan rakyat, ada juga yang menyampaikan rasa keprihatinannya.

amdal

Adalah Burhanuddin AB–mantan anggota DPRD periode 2009—2014 merasa prihatin dengan konflik internal tersebut. Konflik ini harus disudahi dengan cara islah dan membangun kebersamaan demi kepentingan rakyat. Menurutnya tidak ada kalah dan menang dalam konflik ini, tapi justru amanah rakyat yang menjadi sia-sia. “Ibarat menang jadi abu, kalah jadi arang, semuanya tidak bermanfaat,” ucapnya.

Mengenai berbagai persoalan yang disampaikan sebagian fraksi menurut Burhanuddin, tidak salah, namun harus berfikir jernih dan bersabar dalam menyikapinya agar kepentingan yang kecil tidak sampai mengorbankan kepentingan yang lebih besar. “Mari kita hadapi semua masalah dengan kepala dingin, cerdas, dan mengedepankan kepentingan masyarakat Sumbawa,” ajaknya.

APBD 2015 harus dibahas. Jika tidak dilakukan dengan cara menolak pembahasan, akan merugikan pemerintah dan anggota dewan sendiri. Untuk diketahui, anggaran Tahun 2015 nilainya jauh lebih besar dari anggaran tahun 2014 lalu. Ketika anggaran 2015 tidak dibahas maka akan kembali pada pagu anggaran tahun 2014 lalu, tentu ada beberapa program yang tidak dapat direalisasikan karena anggaran akan berkurang karena akan disesuai dengan postur anggaran tahun sebelumnya. “Saya berharap hal ini tidak akan terjadi,” ucapnya.

Baca Juga  Dampak Tolikora, Gereja di Sumbawa Dijaga Aparat

Selain itu sambungnya, di anggaran tahun 2015 mendatang cukup banyak aspirasi masyarakat yang telah dialokasikan dan sekarang ini mereka sedang menunggu penetapannya. Kalau sampai anggaran tidak dibahas, tentu para konstituen akan merasa dirugikan dan yang lebih parah lagi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik. Paling penting lagi, tidak dibahasnya anggaran 2015 ini akan menghilangkan salah satu fungsi DPRD yakni fungsi budgeting (anggaran). “Saya kira teman-teman di dewan tidak ingin mengabaikan satu dari fungsinya sebagai wakil rakyat,” ujarnya mengingatkan.

Demikian juga dengan kesiapan mereka untuk tidak menerima hak selama 6 bulan. Menurut Bur, bukan berbicara siap dan tidak siap untuk tidak menerima gaji, tetapi diyakini bahwa keberadaan sebagai anggota dewan bukan untuk mencari uang, karena memang diakui sebagian besar dari mereka sudah mapan secara ekonomi. Namun keberadaan seluruh  anggota DPRD di lembaga terhormat tersebut memang benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan rakyat.

Sebagai mantan anggota DPRD, Bur juga menyinggung soal RKA yang menjadi salah satu yang dipersoalkan. Dijelaskan politisi Hanura itu, bahwa RKA bukan hal yang prinsip untuk dipersoalkan, karena memang apa yang ada di RKA tersebut sesungguhnya belum final masih dibahas secara bersama-sama dengan SKPD di masing-masing komisi. “Kalau memang ada yang belum sempurna atau ada aspirasi yang belum terakomodir dalam RKA ini saya kira teman-teman masih dapat melakukan rasionalisasi agar sesuai dengan harapan bersama, karena memang dewan memiliki fungsi anggaran,” imbuhnya.

Baca Juga  Kyai Zul: Tidak Mungkin Saya Jadi Wakil di Pilgub 2018

Burhanuddin yakin dengan SDM anggota dewan seperti Andi Rusni, Ahmadul Kusasi, Agus Salim, Kamaluddin dan serta anggota baru lainnya, kemudian didukung anggota incumbent yang sudah berpengalaman seperti Syamsul Fikri, A Rahman Alamudy dan lainnya, lembaga ini akan menjadi kuat. “Kolaborasi potensi ini, saya yakin Kabupaten Sumbawa ke depan akan jauh lebih baik,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

iklan bapenda