Persiapan Study Keluar Negeri, FE UTS Bentuk EEC

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/12)

Club English 2Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) kini telah memiliki english club mahasiswa. Hal ini ditandai dengan diresmikannya pendirian Economics English Circle (EEC) belum lama ini. Wadah yang dibentuk hasil gagasan Fakultas Ekonomi (FE) ini selain untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa terutama dalam berbahasa Inggris, juga persiapan bagi mereka jika berkeinginan melanjutkan studi keluar negeri. Apalagi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI memberikan peluang beasiswa.

Hadir dalam kegiatan itu puluhan mahasiswa FE dari tiga program studi yakni Akutansi, Ilmu Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen. Selain itu Dekan FE Abdul Hadi Ilman MPP beserta beberapa dosen FE di antaranya Muhammad Nurjihadi M.Si, Akbar Nikmatullah Dachlan M.Sc, Fitriah Permata Cita ME, dan Ahmad Aprillah S.Pd.

Saat membuka kegiatan itu Abdul Hadi Ilman mengatakan program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berbahasa Inggris sehingga mampu bersaing secara internasional. “Meskipun UTS berada di daerah diharapkan lulusannya memiliki kompetensi international sehingga dapat bersaing di kancah dunia. Salah satu syaratnya penguasaan Bahasa Inggris yang merupakan bahasa pergaulan dunia,” katanya.

Club English 1Lebih jauh dijelaskan, EEC merupakan English Club yang diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi. Pembentukannya dilatarbekangi oleh kebutuhan untuk mempersiapkan lulusan FE yang terampil berbahasa Inggris. Karenanya penguasaan Bahasa Inggris akan memperkuat daya saing mahasiswa ke depan. Selain itu EEC juga akan mempersiapkan para mahasiswa untuk memperoleh skor TOEFL atau IELTS yang tinggi sehingga mempermudah jika kelak di antara mereka ada yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.

Baca Juga  Meski Numpang, SMPN 2 UI Nekat UNBK

Hal senada dikatakan Ahmad Aprillah S.Pd, bahwa EEC dibentuk sebagai wadah pengembangan minat dan keterampilan Bahasa Inggris mahasiswa FE UTS. Menurutnya, jika mengharapkan mata kuliah bahasa Inggris tidak akan cukup meningkatkan kompetensi mereka karena mata kuliah tersebut hanya 2 SKS. “Perlu ada program supplement untuk mendorong mahasiswa lebih intensif belajar dan mempraktekkan bahasa Inggris mereka. Untuk itulah EEC hadir agar mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar dan praktek berbahasa Inggris secara lebih mendalam,” tambahnya.

Sillabus EEC jelasnya, disusun agar mahasiswa bisa belajar bahasa Inggris baik untuk communicative daily English maupun academic English. Communicative English lebih diarahkan kepada occupational English sehingga kelak mahasiswa UTS siap bersaing dalam pasar kerja yang terkait dengan bidang ekonomi. Sementara itu, Academic English diarahkan agar mahasiswa mampu meningkatkan aktifitas akademik mereka dengan menambah referensi dari literatur berbahasa Inggris. Selain itu, academic English akan membiasakan mahasiswa dengan istilah-istilah ekonomi sehingga akan menunjang performa akademik mereka.

Namun karena konsep dasar EEC adalah English club, pembelajaran untuk mencapai semua tujuan itu tetap dilaksanakan secara komunikatif, kooperatif, dan menyenangkan sehingga belajar bahasa Inggris menjadi fun and easy. “Bukan justru menjadikan bahasa Inggris sebagai momok yang ditakuti lantas enggan dipelajari,” papar dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris FE UTS ini.

Di akhir kegiatan, Akbar Nikmatullah Dachlan M.Sc, salah satu dosen FE UTS yang baru menyelasaikan studi magister di Inggris berbagi pengalamannya agar para mahasiswa termotivasi. Dalam kesempatan yang sama Arlini Yuniarsih, mahasiswa program studi Manajemen 2013 ditunjuk sebagai Ketua EEC. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda