Home / Politik / APBD Diboikot KMP, Pengerjaan Jalan Ropang—Lantung Tertunda

APBD Diboikot KMP, Pengerjaan Jalan Ropang—Lantung Tertunda

Sumbawa Besar, SR (03/12)

Kadis PU Sumbawa, H Saad Abdullah ST
Kadis PU Sumbawa, H Saad Abdullah ST

Selain infrastruktur jalan di Batu Lanteh yang dituntut untuk segera ditangani, jalan Ropang—Lantung dan Lunyuk—Orong Telu juga demikian. Kondisi jalan di wilayah itu mengalami rusak parah, dan ketika musim hujan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat. Akibatnya sejumlah desa di wilayah setempat terisolir akibat putusnya akses transportasi. Kondisi ini berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat karena tidak lancarnya distribusi barang dan jasa. Dikonfirmasi hal itu, Kepala Dinas PU Sumbawa, H Saad Abdullah ST yang dikonfirmasi kemarin, mengatakan pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut. Namun anggaran yang tersedia terbatas sehingga dalam penanganannya pihaknya melakukan streping dan penanganan darurat terhadap titik-titik yang dianggap rawan.

Ia mengakui ada dana bantuan PTNNT sebesar Rp 200 juta yang dialokasikan untuk perbaikan jalan di Ropang-Lantung. Dana ini terbilang minim dan jika digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 1,7 kilometer tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, karena pekerjaan itu sama dengan menggarami air laut. Satu-satunya solusi sementara yang sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu adalah menempatkan alat berat di lokasi. Selama ini alat berat itu digunakan untuk penanganan darurat ketika ada titik-titik yang macet karena tertimbun longsor, maupun yang terhalang lumpur untuk diratakan. “Jadi uang bantuan Newmont itu dialokasikan untuk pembelian bahan bakar minyak alat berat,” ungkap Haji Saad.

Untuk menangani jalan tersebut harus diaspal dan dibutuhkan anggaran minimal Rp 1 milyar. Anggaran ini sudah diusulkan melalui APBD Sumbawa 2015. Namun Haji Saad pesimis jalan itu akan ditangani pada tahun mendatang jika DPRD Sumbawa terus berpolemik. Apalagi adanya aksi boikot pembahasan APBD yang dilakukan sejumlah fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).

Pemadam Kebakaran

Suharto SH M.Si
Suharto SH M.Si

Sementara salah seorang tokoh Sumbawa, Suharto SH M.Si tidak menginginkan pemerintah menjadi pemadam kebakaran. Ketika masyarakat turun demo, baru disikapi. Celakanya lagi, penyikapan aspirasi itu dilakukan dalam kondisi keuangan yang sangat minim, sehingga ibarat makan buah simalakama. Tidak disikapi, masyarakat akan berprasangka, dan disikapi, anggaran daerah mengalami deficit, sehingga tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Menurut Harto—sapaan singkatnya, persoalan infrastruktur jalan dan jembatan ini tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah melalui dinas tekhnisnya, harus ada tanggung jawab kolektif eksekutif dan legislatif. Semua persoalan ini akan menjadi mudah apabila dana sebesar Rp 52 milyar yang diklaim sebagai dana aspirasi dewan, disepakati untuk dialokasikan pada program-program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang kritis seperti ruas jalan Lantung-Ropang, Lunyuk—Orong Telu, dan Tepal—Batulanteh. “Inilah yang dinamakan skala prioritas, lebih mengedepankan kualitas” kata Harto.

Selama ini anggaran itu dialokasikan dengan melihat kuantitas bahwa program-program yang diusulkan anggota DPRD itu menjangkau banyak pihak, padahal mengabaikan kualitas. “Tidak diberikan handtractor atau ternak pada tahun ini, masyarakat tidak mati kok. Tetapi kalau jalan dan jembatan tidak ditangani ini perkara besar, karena pertumbuhan ekonomi dan akselerasi pembangunan tersendat akibat distribusi barang dan jasa tidak dijamin,” tandasnya.

Untuk meretas masalah yang sudah lama didengungkan rakyat khususnya di wilayah bagian selatan Sumbawa, membutuhkan komitmen dan kesadaran akan tanggung jawab bersama dua lembaga ini. (*)  Baca juga Gaung NTB

Lihat Juga

Jelang Akhir Coklit, Ini Temuan Bawaslu Sumbawa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (11/8/2020) Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih oleh KPU Sumbawa akan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *