Polisi Gagalkan Penyelundupan Semen

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (02/12)

Kompol Ferdyan S.IK, Wakapolres Sumbawa
Kompol Ferdyan S.IK, Wakapolres Sumbawa

Ketika masyarakat di Kabupaten Sumbawa menjerit terjadinya kelangkaan semen, masih juga ada oknum pengusaha yang bermain. Hal ini terbukti dengan diamankannya lebih dari 1000 zak semen yang diangkut menggunakan 6 unit truk dan 1 tronton, Senin (1/12) sore. Semen yang berasal dari beberapa gudang distributor di Sumbawa ini hendak diselundupkan ke Kabupaten Dompu dan Bima. Sebab harga semen di dua daerah tersebut cukup menggiurkan, mencapai Rp 90 ribu per zak jauh lebih mahal dari harga semen di Sumbawa yang berkisar Rp 65 ribu per zak. Namun Tim Satuan Intelkam Polres Sumbawa yang sudah melakukan penyelidikan selama beberapa hari ini berhasil menggagalkannya. Sebanyak 4 truk dicegat di wilayah Plampang, sedangkan tiga lainnya termasuk 1 tronton ditangkap di wilayah Kecamatan Empang.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Wakapolres, Komisaris Polisi (Kompol) Ferdyan S.IK, membenarkannya keberhasilan anggotanya menggagalkan pendistribusian semen keluar daerah. Upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti terjadinya kelangkaan semen dan isu penyelundupan semen keluar daerah. “Kami tidak tinggal diam, lalu mengambil langkah-langkah untuk memastikan apakah informasi yang kami terima itu betul-betul terjadi,” kata Kompol Ferdyan.

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, ternyata isu itu berhasil dibuktikan, dengan mengamankan lebih dari 1000 zak semen yang hendak dibawa keluar Sumbawa. Temuan ini akan didalami untuk dikaitkan dengan regulasi yang ada dan akan menjadi acuan polisi dalam melakukan penyidikan lebih lanjut. “Apakah ada ketentuan yang membenarkan pendistribusian semen keluar daerah di tengah terjadinya kelangkaan, atau ada permainan pengusaha nakal yang menjadi penyebab kelangkaan semen di Sumbawa. Ini yang sedang kami dalami,” tukasnya. Jika pendistribusiannya sarat penyimpangan, tentu polisi mengambil langkah hukum dan pihak-pihak yang terlibat akan ditindak tegas.

Baca Juga  Kantor Redaksi Radar Sumbawa Dihujani Batu

Diakui Kompol Ferdyan, akhir tahun biasanya kebutuhan semen meningkat, karena banyaknya proyek pembangunan. Kondisi ini bisa memberi peluang kepada pengusaha nakal untuk bermain dengan menaikkan harga. Ketika ada yang berani bayar lebih mahal akan dilayani meski berada di luar wilayah kerjanya. Praktek seperti ini akan menyulitkan konsumen karena tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu mengingat material semen tidak tersedia. “Kami pastikan masing-masing kabupaten/kota ada distributornya. Ketika distributor Sumbawa mendistribusikan semen keluar daerah, patut dipertanyakan,” ucapnya.

Karenanya Ia menghimbau para pengusaha di daerah ini untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. Para pengusaha harus berperan dalam pembangunan salah satunya membantu pemerintah bagi ketersediaan kebutuhan masyarakat, bukan menjadi penyebab munculnya keresahan. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda