PT MDB dan DMB ‘Kucing-kucingan’

oleh -11 views
Batu Hijau
bankntb

Sumbawa Besar, SR (01/12)

Sambirang Ahmadi S.Ag, M.Si
Sambirang Ahmadi S.Ag, M.Si

Desakan untuk menelisik keberadaan deviden PTNNT terus digaungkan sejumlah elemen. Hal ini untuk menyikapi kesimpang-siuran informasi sekaligus mengungkap sebuah sinyalemen. Sebab Boss PT Multicapital, Nirwan Bakrie mengaku setiap tahun tetap membayar deviden kepada PT DMB (Daerah Maju Bersaing)—perusahaan patungan tiga daerah (Sumbawa, KSB dan Pemprov NTB).

Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si—salah seorang tokoh Sumbawa menilai aneh dan menjadi tanda tanya besar munculnya pengakuan Nirwan Bakrie. Jika benar deviden itu telah diserahkan kepada PT BDM, berarti perusahaan konsorsium itu yang tidak transparan karena tidak diteruskan kepada daerah selaku pemegang hak sesuai proporsinya. Bahkan sebelumnya di DPRD Sumbawa mereka sempat mempertanyakan komitmen dan kesungguhan DMB terhadap daerah Sumbawa. Dan sudah ada perjanjian, meski Sambirang mengaku belum pernah melihatnya, bahwa PT DMB tetap memberikan deviden kepada daerah ada dan tidaknya produksi PTNNT.

Dengan adanya komitmen itu ungkap Sambirang—akrab mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa ini disapa, dalam postur APBD Sumbawa tetap direncanakan pendapatan deviden tersebut setiap tahunnya. “Sejak 2011 sampai sekarang deviden itu belum pernah diterima daerah. Ini harus ditelusuri terlebih lagi munculnya pengakuan Nirwan Bakrie,” cetusnya.

Karenanya Sambirang sependapat dengan usulan Syamsul Fikri dan Suharto SH M.Si untuk mempansuskan persoalan deviden ini guna meneliti dan menyelidiki secara mendalam dan mendetail dimana benang kusutnya. “Semoga PT MDB dan DMB tidak bermain kucing-kucingan dalam masalah ini,” ucap Sambirang.

Baca Juga  Caleg Gusar Soal Praktek Jual Beli Suara

Membentuk Pansus menjadi jalan keluar untuk meretasnya sehingga ada transparansi terhadap publik. Ketika benar deviden belum diberikan Multicapital, tentu ada kebohongan publik dan harus disikapi secara serius. “Pansus bisa mendatangi pihak MDB, orang-orang tertentu di Newmont,” kata Sambirang.

Mendatangi Newmont dinilai sangat penting karena sebagai induknya. Apakah benar Newmont sudah membayar ke MDB, lalu MDB menyerahkannya kepada DMB untuk selanjutnya dibagikan kepada tiga daerah. “Kita harus giring ini dari hulu ke hilir, apakah benar ada air mengalir. Jika mengalir tersumbatnya dimana apakah di MDB atau DMB sehingga bisa dibuatkan kanalisasi agar air mengalir dengan lancar,” tandas Sambirang.

Untuk menelusuri hulu sampai ke hilir ini menjadi pekerjaan rumah anggota DPRD Sumbawa. Dengan personil dan kekuatan yang baru, Sambirang yakin DPRD mampu menguak tabir deviden. (*)   Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda