KMP Sikapi Dingin Pengunduran Diri Anggota Fraksi PKS

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/11)

Syamsul Fikri S.Ag M.si
Syamsul Fikri S.Ag M.si

Mundurnya Adizul Syahabuddin S.Ap dan Salamuddin Maula–dua anggota Fraksi PKS DPRD Sumbawa dari jabatannya di alat kelengkapan dewan menyebabkan jabatan Ketua Komisi I dan Wakil Ketua Komisi II, lowong. Tentu dua jabatan ini akan menjadi incaran fraksi lainnya terutama fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Muncul beberapa opsi yang ditawarkan untuk menyikapi pengunduran diri tersebut terutama dalam mengisi kekosongan jabatan. Ada yang menginginkan dikocok ulang semua komisi tanpa terkecuali, ada juga yang meminta dimusyawarahkan dan hanya mengganti dua jabatan tersebut.

Dimintai tanggapannya, Syamsul Fikri S.Ag M.Si—Ketua Fraksi Demokrat sekaligus Sekretaris Presidium KMP, menyatakan mereka tidak lagi memiliki gairah dan syahwat. Seperti apa mekanismenya tergantung dari lembaga DPRD. “Mau dikocok ulang atau diapakan terserah lembaga ini asalkan sesuai prosedur yang ada,” kata Fikri—akrab ketua Demokrat ini disapa.

Yang penting ungkap Fikri, lembaga DPRD ini tetap kondusif yang ditandai dengan aspirasi rakyat terakomodir dengan baik dan program pembangunan berjalan lancar. Selain itu KMP tetap berkiprah dengan kesolidan fraksi di dalamnya.

Sejauh ini fraksi yang tergabung di dalam KMP tetap solid termasuk PKS. Pasalnya KMP adalah rumahnya PKS. “Yang hijrah sebelumnya itu adalah oknum PKS, sedangkan PKS tetap bersama KMP,” tandasnya.

Disinggung kans dirinya kembali merebut jabatan ketua komisi I setelah Adizul Sahabuddin mengundurkan diri, Fikri tidak terlalu memikirkannya, karena menjadi anggota dewan saja dinilainya sudah cukup dan anugerah yang luar biasa. “Kita serahkan pada mekanisme, untuk mengusung siapa yang dinilai pantas,” tukasnya.

Baca Juga  Pelanggar Lalulintas Saat Kampanye akan Disikat

Ditanya mengenai pertemuan KMP belum lama ini apakah membicarakan soal siapa pengganti kader PKS yang mengundurkan diri ? Fikri menepisnya. Pertemuan yang menghadirkan lima fraksi termasuk PKS itu ungkap Fikri, hanya silaturrahim biasa bukan untuk membicarakan bagi-bagi jabatan di AKD. Pertemuan itu untuk membangun kebersamaan dan semangat baru. Pihaknya menginginkan tidak ada lagi perbedaan antara KMP dan KIH, semua melebur menjadi satu untuk satu tujuan bagaimana membangun Sumbawa yang kondusif dan masyarakat yang sejahtera. “Inilah keinginan KMP, bagaimana lembaga DPRD bisa membangun posisi tawar yang kuat bagi kemaslahatan rakyat dan daerah,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda