Ibu GOW Sulap Sampah Jadi Pupuk

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/11)

Olah Sampah 1Meski masih lama, namun semarak menyambut Hari Ibu ke-86 di Kabupaten Sumbawa mulai terasa. Sejumlah ibu-ibu yang tergabung dalam GOW (Gabungan Organisasi Wanita) bergelut dengan sampah. Ibu-ibu ini bukan banting stir menjadi pemulung, tapi melakukan demo mengolah sampah menjadi pupuk organik di Wisma Daerah Sumbawa, Kamis (27/11). Aksi demo ini bagian dari kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah yang digelar GOW bekerjasama dengan Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup (BPMLH).

amdal

Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Dra Hj Masdalifah Arasy Muhkan saat membuka kegiatan itu mengatakan, sosialisasi pengolahan sampah tersebut ditujukan untuk menambah pengetahuan para peserta tentang tatacara pengolahan sampah yang baik demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan adanya sosialisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi para peserta dalam memanfaatkan limbah yang masih bisa diolah, seperti sampah plastik, dan lainnya, sehingga para peserta dapat melihat potensi pendapatan yang diperoleh dari hasil pengolahan sampah plastik.

Sebagaimana dipahami, sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang cenderung merusak lingkungan di sekitarnya. Dalam proses alam, sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam itu berlangsung. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan serangga (lalat, kecoa, kutu, dan lain-lain) yang membawa kuman penyakit. Akan tetapi manusia tidak menyadari bahwa setiap hari pasti manusia menghasilkan sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Karena sampah merupakan material sisa dari aktivitas manusia yang tidak memiliki keterpakaian, maka harus dikelola dengan baik. Ketika sampah tanpa pengelolaan secara baik dan benar kerugian akan dirasakan karena timbulnya banjir, meningkatnya pemanasan iklim, menurunnya kandungan organik kebun dan pertanian, sanitasi lingkungan makin buruk dan ancaman meningkatnya berbagai penyakit. Dengan dikelola, ungkap Hj Masdalifah, sampah akan menjadi berkah, dan sebaliknya tanpa itu, sampah akan menimbulkan banyak masalah. Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis, dan karakteristik sampah yang semakin beragam.

Baca Juga  Polwan NTB Bantu Lansia dan Orang Sakit, Kurangi Dampak Sosial Covid-19

Di banyak tempat, pengelolaan sampah selama ini masih belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Karenanya, sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah dan memberikan manfaat bagi peningkatan perekonomian masyarakat. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

iklan bapenda