Hidup Sehat Cegah Kanker Serviks

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/11)

kanker serviks 1Selalu dalam kondisi hidup sehat dan menjaga kebersihan reproduksi menjadi salah satu upaya untuk mencegah munculnya kanker serviks (kanker mulut rahim) untuk kaum hawa. Mengingat semua wanita berpotensi menderita kanker serviks, sangat dianjurkan pentingnya deteksi dini agar segera dilakukan pencegahan. Karenanya KORPRI dalam momen hari ulang tahunnya ke-43, menjalin kerjasama dengan

amdal

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Kangker Serviks yang dilaksanakan di Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (27/11). “Sosialisasi ini sangat penting untuk kesehatan kita semua, mari kita saling mengingatkan agar kita harus selalu dalam kondisi hidup sehat,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs H Rasyidi dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini. Sekda juga menghimbau kepada peserta agar selalu menjaga pola makan, pola hidup, dan berbagai upaya lainnya dalam rangka menjaga kesehatan.

Sementara dr Kusumastuti, S.Pok—Dokter Spesialis Kandungan RSUD Sumbawa yang menjadi narasumber menjelaskan, Kanker Serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang saat ini paling banyak ditakuti kaum wanita. Berdasarkan data yang ada, dari sekian banyak penderita kanker di Indonesia, penderita kanker serviks mencapai sepertiganya. Dari data WHO sebutnya, tercatat setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia. Kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7 persen disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan penapisan kanker leher rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut (IIIB ke atas), karena kanker leher rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap Smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50 persen atau lebih. Sebagian besar penelitian menemukan bahwa infeksi Human Papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Human Papilloma Virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70 persen kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Karenanya menurut Dokter Tuti, sosialisasi ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu–ibu anggota KORPRI tentang kanker serviks dan cara pencegahannya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda
Baca Juga  Pengelolaan Sampah di KSB Belum Maksimal