Rakerda MUI untuk Basmi Kemungkaran

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/11)

Rakerda MUI 1Puluhan ulama dari sejumlah kecamatan dan organisasi kemasyaratan (ormas) di Kabupaten Sumbawa menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, Senin (24/11). Bertempat di Aula Hotel Dewi ini, Rakerda tersebut mengangkat tema “Konsolidasi Organisasi dan Penanggulangan Kemungkaran”.

amdal

Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, Drs H Nadi Husain dalam laporannya menyampaikan, MUI  merupakan sebuah lembaga yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam dalam membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia didirikan untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas (khaira ummah), dan negara yang aman, damai, adil dan makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah SWT (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur). Untuk mencapai tujuan tersebut, MUI melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat, merumuskan kebijakan dakwah Islam, memberikan nasehat dan fatwa, merumuskan pola hubungan keumatan, dan menjadi penghubung antara ulama dan umara. Rapat Kerja Daerah MUI Kabupaten Sumbawa dihadiri oleh 40 orang peserta yang merupakan utusan kecamatan, 15 orang pengurus kabupaten, dan 12 orang utusan ormas.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Setda Sumbawa, Dr H Muhammad Ikhsan M.Pd yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa menjelaskan kemajemukan dan keragaman umat Islam dalam pikiran dan paham keagamaan merupakan rahmat bagi umat yang diterima sebagai pelangi dinamika untuk mencapai kebenaran hakiki. Tak ada alasan untuk berpecah-belah hanya oleh perbedaan pendapat pada hal-hal khilafiyah. Karenanya sebagai organisasi sosial keagamaan, MUI harus mampu membuat diri sebagai wadah musyawarah, wadah silaturrahmi, penghubung antar umat, dan pemberi fatwa. Sebagai wadah musyawarah, MUI menjadi media para ulama, zuama dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang Islami. Sebagai wadah silaturahmi, MUI berfungsi sebagai tempat bagi para ulama, zuama dan cendekiawan muslim untuk mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam dan menggalang ukhuwah Islamiyah. MUI juga berfungsi sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama. Dan juga MUI berfungsi sebagai pemberi fatwa kepada umat Islam dan pemerintah baik diminta maupun tidak diminta, sehingga melalui rapat kerja yang akan dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan peran dalam melaksanakan pembinaan dan tuntunan kepada umat Islam serta membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan. Globalisasi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan nilai-nilai agama. Perubahan sosial yang begitu “dramatis” telah melanda kehidupan beragama dan merupakan persoalan baru dan tantangan tersendiri bagi umat Islam di tengah-tengah kehidupan yang modern dan global. Salah satu persoalan krusial sebagai dampak proses globalisasi yang terkait dengan kehidupan keagamaan adalah semakin menipisnya ruang “religiusitas” dalam kehidupan manusia dan mulai lunturnya nilai-nilai kearifan lokal sebagaimana dalam budaya Tau Samawa “Taket Ko Nene, Kangila Boat Lenge”.

Baca Juga  Sultan Sumbawa Ucapkan Selamat kepada Zul Rohmi

Begitu pentingnya peran agama dalam kehidupan masyarakat, ungkap Haji Ikhsan, perlu kiranya memahami peran MUI dalam merespon berbagai persoalan kemasyarakatan yang berkembang. “Dengan diselenggarakannya Rakerda ini dapat dijadikan wahana untuk melakukan konsolidasi organisasi agar dapat bekerja lebih baik dalam menopang kinerja yang makin berat dan kompleks, di samping momentum pemantapan eksistensi organisasi,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

iklan bapenda