Kawanan Rampok Sikat Pengusaha Sembako

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/11)

IPTU Waluyo, Kasubag Humas Polres Sumbawa
IPTU Waluyo, Kasubag Humas Polres Sumbawa

Kawanan perampok bercadar beraksi di wilayah Kecamatan Empang, Senin (24/11) dinihari sekitar pukul 03.30 Wita. Aksi yang mengejutkan ini menimpa kediaman Ricky Tanu Wijaya—pengusaha sembako yang tinggal di lingkungan RT 04 RW 02 Dusun Paria Jaya, Desa Empang Bawa. Selain mengikat korbannya, kawanan yang diperkirakan berjumlah enam orang ini menggondol harta benda korban senilai ratusan juta rupiah.

amdal

Menurut informasi, kawanan ini masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tembok pekarangan setinggi dua meter. Selanjutnya mereka mencongkel pintu lalu masuk rumah.

Ricky Tanujaya yang dihubungi via telepon, menceritakan peristiwa mencekam tersebut. Sebelumnya, ayahnya mendengar suara berisik di luar kamar. Ketika membuka pintu beberapa orang pelaku sudah berdiri di hadapannya dan seorangnya langsung menodongkan parang. Sementara ibunya yang tertidur dibangunkan perampok. Karena terkejut, spontan ibunya berteriak, membuat Ricky yang tidur di kamar samping terbangun. Ricky langsung bergegas mengira stroke ayahnya kambuh. Belum sempat masuk kamar ayahnya, langkah Ricky terhenti karena seorang pelaku yang mengenakan cadar menodongkan pedang ke arahnya. “Saya sempat dipukul saat hendak melihat wajah pelaku, saya diminta menunduk,” aku Ricky.

Dia, ayah dan ibunya dikumpulkan dalam satu ruangan lalu diikat menggunakan tali. Mulut mereka dilakban dan wajahnya ditutup menggunakan selimut. Dengan leluasa kawanan ini mengobrak-abrik isi kamar dan berhasil menggondol uang Rp 50 juta, satu ons perhiasan emas dan enam unit handphone. Diperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta.

Baca Juga  Polisi Kantongi Dua Calon Tersangka BOS SMKN 1 Lunyuk

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, IPTU Waluyo, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Saat ini kasusnya sedang ditangani pihak Polsek Empang dengan melakukan olah TKP dan menghimpun keterangan. “Kasusnya masih dalam penyelidikan dan berharap segera terungkap,” demikian Waluyo. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda