Semen Langka, Diskoperindag Lakukan Sidak

oleh -6 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/11)

Semen Tiga rodaSudah sebulan ini semen di Kabupaten Sumbawa terbilang langka. Muncul sinyalemen kelangkaan itu terjadi karena adanya praktek penimbunan, bahkan informasi yang berkembang semen didistribusikan keluar daerah. Terhadap informasi tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa turun tangan melakukan pengecekan lapangan di sejumlah distributor termasuk perusahaan perkapalan dan pelabuhan.

amdal

Kadis Koperindag Sumbawa, Drs H Naziruddin M.Si yang dikonfirmasi Rabu (19/11), membantah sinyalemen tersebut. Hasil pengecekan di sejumlah distributor dari empat merk semen, tiga di antaranya dalam kondisi kosong. Seperti Semen Tiga Roda, Tonasa dan Bosowa. Untuk Semen Tiga Roda, pihak distributor sudah mengorder sejak akhir Oktober lalu dan sampai sekarang belum terkirim karena masih terjadi antrian di Pelabuhan Tarjun Kalimantan Timur. Satu-satunya yang beredar di Sumbawa hanya semen Gresik, dan saat ini sedang melakukan pembongkaran sekitar 2000 ton di Pelabuhan Badas. Selanjutnya semen ini didistribusikan distributor ke sejumlah pengecer. “Hasil pengecekan kami, sudah tidak ada stok di gudang, karena Semen Gresik yang baru dilakukan pembongkaran langsung didistribusikan ke pengecer. Jadi kebutuhan masyarakat akan semen di daerah ini ditanggulangi Semen Gresik, karena tiga merk semen lainnya dalam keadaan kosong,” jelas Haji Naziruddin.

semen gresikPermintaan masyarakat yang tinggi dan tidak tersedianya stok, menjadi semen langka di daerah ini. Meski demikian harga semen di tingkat distributor masih normal, kecuali sudah berada di tangan ‘ketiga’ harganya tidak terkontrol.

Baca Juga  TKI Masih Menjadi Primadona

Untuk menyikapi hal ini, Diskoperindag hanya dapat melakukan koordinasi dalam rangka kelancaran distribusi. Ketika muncul kelangkaan, pihaknya turun ke lapangan berkoordinasi dengan distributor, pelabuhan, hingga perusahaan perkapalan. Kendati demikian, pihaknya tetap mewanti-wanti pihak distributor untuk tidak menggunakan kesempatan kelangkaan ini dengan cara memainkan harga. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda