Satpol PP Harus Kuat Fisik dan Mental  

oleh -12 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (19/11)

Satpol PP Sumbawa 2Kesiapan mental dan fisik anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sangat penting dalam mengemban tugas sebagai aparat yang menangani ketentraman dan ketertiban umum, khususnya yang terkait dengan penegakan peraturan daerah (Perda) dan kebijakan-kebijakan kepala daerah. Karenanya latihan fisik dan mental perlu dilakukan secara rutin. Inilah salah satu latar belakang digelarnya Pembinaan Fisik dan Penyegaran Jasmani Baris-Berbaris Anggota Satpol PP di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Senin (17/11).

amdal

Saat membuka kegiatan itu secara resmi, Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Arasy Muhkan mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam rangka memantapkan keberadaan Satpol PP sebagai perangkat daerah, sesuai dengan amanat undang-undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Untuk  itu, seluruh peserta diminta untuk mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan dengan serius, agar nantinya dapat ditindaklanjuti kembali setelah pelaksanaan diklat selesai. “Seluruh anggota Satpol PP harus siap mental dan fisik dalam mengemban tugas sebagai aparat yang menangani ketentraman dan ketertiban umum,” tandasnya.Satpol PP Sumbawa 1

Dalam era otonomi daerah, peran dan keterlibatan Satpol PP dalam membantu kepala daerah semakin maningkat, sebagai konsekuensi dari desentralisasi secara luas dan bertanggung jawab, yang tetap berpegang teguh dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Peranan tersebut terutama dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban umum serta pengawasan atas pelaksanaan berbagai peraturan daerah dan kebijakan kepala daerah. Untuk dapat memainkan peran secara profesional, Wabup mengharapkan anggota Satpol PP memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Setiap anggota Satpol PP dituntut untuk senantiasa meningkatkan kualitas dirinya, baik melalui pelatihan-pelatihan formal maupun dengan mengkaji aturan-aturan yang berlaku, sehingga pada gilirannya minimal bisa mendekati sosok Satpol PP yang ideal, sebagai aparatur kepolisian yang berjiwa dan berwatak kepamongan. Artinya, dalam hal penegakan aturan, dituntut untuk memiliki ketegasan, namun tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan membina secara bijaksana.

Baca Juga  SK Pemberhentian Novi dan Ikhsan Sebagai PNS Belum Diterima KPU, Novi: Saya Serahkan Saat Penarikan Nomor Urut

Tantangan era global juga menuntut setiap anggota Satpol PP untuk mampu mengemban tugas sesuai dengan situasi dan kondisi yang terus berubah dengan begitu cepat. Selain itu, yang tidak kalah penting koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, dan institusi lainnya, baik dalam perencanaan maupun dalam operasional di lapangan serta evaluasinya. “Koordinasi dan kebersamaan dalam upaya memelihara kondusifitas daerah seperti ini harus tetap menjadi perhatian, sehingga upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan bersama, sekaligus menghindari terjadinya ekses-ekses negatif dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Anggota Satpol PP juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menganalisis dan memecahkan masalah di bidang ketentraman dan ketertiban umum, sekaligus merencanakan dan melaporkan hasil kegiatannya di lapangan.

Selain itu, aparat Satpol PP diharuskan memiliki sikap mental dan motivasi kerja dalam memberikan pelayanan maksimal, pengayoman, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini harus diawali dari diri sendiri dengan cara memberi contoh tauladan yang baik dalam hal mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan prinsip-prinsip tersebut, jajaran Satpol PP akan mampu mewujudkan visinya menjadi Satpol PP yang profesional, berwibawa, dan tampil sebagai pelindung masyarakat.

Di samping hal-hal yang berkaitan langsung dengan teknis operasional, anggota Satpol PP sebagai seorang aparat pemerintah/PNS harus tetap memiliki rasa kesetiaan kepada pancasila, UUD 1945, negara, dan pemerintah Republik Indonesia, sehingga tetap loyal dalam pengabdiannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, serta tetap menjaga soliditas dan solidaritas sesama aparat pemerintah. (*) Baca juga di Gaung NTB

Baca Juga  Rakerda MUI untuk Basmi Kemungkaran

 

iklan bapenda