Lahan Pustu Diklaim Warga

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/11)

Kadikes Drs Didi Darsani A.Pt
Kadikes Drs Didi Darsani A.Pt

Sudah setahun ini puskesmas pembantu (Pustu) Labuan Bajo, Kecamatan Utan, tidak berfungsi. Meski bangunan ada, namun petugas kesehatan belum ditempatkan. Praktis pelayanan kesehatan terhambat. Kondisi ini membuat warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan mendesak Dinas Kesehatan (Dikes) segera mengatasi persoalan itu. Aspirasi tersebut disuarakan ketika Kadikes beserta jajarannya menggelar Bhakti Sosial (Baksos) dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50 belum lama ini.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sumbawa, Drs Didi Darsani A.Pt yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/11), mengakui Pustu Labuan Bajo masih kosong karena belum ditempatkannya petugas kesehatan. Kondisi ini bukan disengaja, karena Pustu tersebut dinilai bermasalah karena lahannya diklaim warga. “Kami tidak mungkin bekerja di tempat yang bermasalah,” kata Didi—akrab dia disapa.

Ia mengaku baru mengetahui jika lahan Pustu itu diklaim warga, dan tidak mengetahui bagaimana proses Pustu bisa dibangun di lokasi bermasalah. Sebenarnya Pustu Labuan Bajo direhab tahun ini namun urung dilakukan, demikian dengan penempatan petugasnya juga dilakukan pada tahun yang sama. “Kami merasa prihatin dengan kondisi ini, di satu sisi kami ingin memberikan pelayanan terbaik dengan keberadaan Pustu, tapi di sisi lain oknum masyarakat menghambatnya,” tukasnya.

Memang ada tawaran warga untuk menyediakan lahan lain di lokasi berbeda. Namun pihaknya lebih condong untuk menempati lahan semula selain lokasinya strategis, juga sudah ada bangunan sehingga tidak terlalu banyak anggaran yang dibutuhkan.

Baca Juga  Angka Kunjungan di RSUD Assyifa Tinggi, Dorong Rujukan Meningkat

Dengan tidak berfungsinya Pustu Labuan Bajo, diakui Didi, pelayanan kesehatan disiasati dengan melakukan kunjungan, di samping inisiatif warga mendatangi Puskesmas Utan yang kebetulan jangkauannya tidak terlalu jauh. “Semoga persoalan ini menemui solusi,” demikian pinta Didi Darsani. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda