Komisi IV DPRD Siap Bantu Kesulitan FAS

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (18/11)

Baca Hasil Kongres Anak Samawa
Baca Hasil Kongres Anak Samawa

Kongres Anak Samawa yang digelar di Istana Dalam Loka, 16—17 November 2014, baru saja usai. Banyak permasalahan yang dimunculkan ke permukaan dan berharap dapat diretas, di samping sejumlah aspirasi bagi kepentingan anak yang disuarakan dapat diakomodir untuk segera direalisasikan pemerintah. Hasil kongres inipun diserahkan kepada Komisi IV DPRD Sumbawa—komisi yang salah satunya menangani masalah pendidikan dan kesejahteran sosial.

amdal

Saat penyerahan hasil kongres ini, puluhan anak yang tergabung dalam Forum Anak Samawa (FAS) didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Muhammad Ikraman S.Pt dan Pengurus P2TP2A Sumbawa, Fatriaturrahman yang disambut Wakil Ketua DPRD, Kamaluddin ST M.Si, Ketua Komisi IV Chandra Wijaya Rayes ST beserta sejumlah anggotanya, Khaeruddin SE, Ismail Mustaram SH, Hamzah, dan Junaidi.

FAS 2Hasil Kongres yang dibacakan dan diserahkan ke wakil rakyat tersebut berisi 10 poin yaitu, menginginkan segera direalisasikannya Rumah Kasih Sayang sebagai wadah rehabilitasi anak, pemerataan sarana dan menjadikan system kurikulum 2013 lebih efektif, minta dilibatkan sebagai siswa dan siswi dalam pembuatan tatatertib di sekolah, dan menginginkan keringanan dalam hal pemungutan dana komite dan pembangunan. Selain itu mereka juga menginginkan dibuatkan sumur bor di daerah yang kesulitan air bersih, dibuatnya perguruan tinggi bagi anak berkebutuhan khusus dengan system pendidikan yang sama dengan perguruan tinggi yang lain, menginginkan dibuatnya Lapas Anak di Kabupaten Sumbawa. Kemudian menginginkan agar setiap pengambilan keputusan/kebijakan pemerintah daerah melibatkan anak, adanya pemberlakuan jam malam bagi anak-anak, dan menginginkan pemerintah meresmikan Forum Anak di setiap kecamatan.FAS 3

Baca Juga  Hj Rohmi: Saya Diberi Amanah untuk Lanjutkan Perjuangan TGB

Giovani—anggota FAS menilai selama ini pemerintah terkesan tidak perduli dengan kepentingan dan hak anak. Sejauh ini pemerintah daerah belum menyiapkan secretariat bagi mereka sebagai sentral kegiatan. Selama ini mereka menggelar pertemuan untuk membicarakan masa depan anak-anak sebagai penerus estafet kepemimpinan dilakukan di pinggir jalan, bawah pohon, taman terbuka dan teras rumah. “Alhamdulillah ada LPA yang peduli menjadikan secretariat mereka tempat kami nebeng,” katanya.

Ditambahkan Endang Nabila, dalam melaksanakan kegiatan tidak ada support dana dari pemerintah, mereka menggunakan dana pribadi dan mengandalkan proposal. Mereka juga berharap pemerintah membangun taman khusus untuk anak-anak, karena taman yang ada menjadi nongkrong muda-mudi yang dikawatirkan akan berdampak negative bagi perkembangan mereka. Demikian dengan Putri, yang mendesak pemerintah memberlakukan jam malam bagi anak-anak. Tidak adanya jam malam ini, berpotensi terjadinya kerawanan keamanan bagi sang anak, serta berpengaruh terhadap kondisinya saat menerima pelajaran di sekolah. “Anak-anak tidak konsen menerima pelajaran karena mengantuk di kelas,” sebutnya memberi contoh.FAS 4

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kamaluddin ST M.Si menilai keberadaan secretariat Anak Samawa sangat penting sebagai sentral kegiatan mereka. Karena itu Kamal—akrab politisi PPP ini disapa, menyarankan Komisi IV untuk menfasilitasi salah satu ruangan di eks kantor DPRD Jalan Hasanuddin sebagai tempat sementara. Demikian soal dana kegiatan, akan ditangani komisi terkait, namun Kamal berharap kiprah FAS dapat terpublikasikan sehingga diketahui publik termasuk dinas instansi terkait. Selanjutnya soal taman, Kamal akan mendesak pemerintah membangun taman khusus anak-anak yang digunakan untuk semua kegiatan baik dalam hal menyalurkan bakat anak, maupun tempat berdiskusi dan seminar yang berkaitan dengan kepentingan anak.

Baca Juga  Dukung Keberlanjutan Pasca Gempa, Wakil Dubes Australia Kunjungi NTB

Di bagian lain, pimpinan dewan yang dikenal santun ini sangat setuju usulan diberlakukannya jam malam bagi anak-anak. “Ini yang tidak pernah terpikir oleh orang tua, dan saya setuju ini diberlakukan karena anak-anak yang berkeliaran jauh malam berpotensi menjadi korban kerawanan maupun kesan-kesan negative lainnya,” tandas Kamal.

Sementara Ketua Komisi IV Candra Wijaya Rayes ST menyatakan memiliki visi yang sama dengan FAS. Karena itu komisi yang dipimpinnya akan berjuang merealisasikan aspirasi anak-anak baik ketersediaan secretariat maupun dana dalam mendukung kegiatan FAS. “Anak-anak yang merupakan calon pemimpin masa depan ini harus diselamatkan dan kepentingan diperjuangkan,” cetusnya.

Meski demikian Ia berpesan kepada FAS untuk tidak selalu mengeluh dengan hambatan yang ada, melainkan dapat dijadikan tantangan dalam mencapai tujuan. “Kami akan memberikan support sepanjang program yang ditawarkan baik dan benar,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

 

iklan bapenda