Pesan Martiono untuk Mahasiswa UTS

oleh -3 views
bankntb

Jadilah Pemimpin yang Melayani

Sumbawa Besar, SR (17/11)

Martiono dan Zul 1Generasi saat ini sudah pasti menjadi pemimpin masa depan. Untuk menjadi seorang pemimpin itu tentunya harus menanamkan keteladanan bagi orang yang dipimpinnya, serta memposisikan diri sebagai pelayan dan agen perubahan. Namun yang paling penting, apa yang diperbuat seorang pemimpin memberikan konstribusi bagi masyarakat. “Keberhasilan seseorang tidak diukur dari seberapa materi yang diperoleh tetapi seberapa besar manfaat keberadaannya bagi orang lain,” ungkap Martiono Hadianto—Presiden Direktur (Presdir) PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) saat memberikan kuliah umum bertema “Pemimpin Masa Depan” di Kampus Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Minggu (16/11). Hadir mendampingi Martiono, Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc dan Suharto SH M.Si yang didaulat menjadi moderator.Martiono dan Zul 2

Martiono mengaku banyak mengenal orang Sumbawa yang dinilainya pandai dan berpotensi. Mereka senang bicara dan mengemukakan pendapat, serta bisa meyakinkan orang di sekitarnya bahwa dia lebih tahu dari yang lain. Artinya, orang Sumbawa memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa. Tapi yang menjadi pertanyaan mengapa indeks prestasi manusia (IPM) di NTB berada paling rendah. “Ini sangat kontradiktif karena di satu sisi memiliki potensi yang telah dibuktikan di level atas, tetapi di lain pihak IPM NTB yang terendah. Apa artinya kita menang berdebat lalu bangga dengan kemenangan itu tapi kemudian tidak menimbulkan kebaikan untuk masyarakat,” ucap Martiono.

Antusias Mahasiswa Bertanya
Antusias Mahasiswa Bertanya

Martiono mengaku terdorong hadir di UTS karena merasa salut dengan upaya Rektor UTS Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc untuk menjawab permasalahan (IPM) tersebut dengan membangun universitas sebagai solusi. Sebab diyakini membangun IPM harus dimulai dengan membangun lembaga pendidikan yang berkualitas, karena orang-orang terbaik asal luar daerah akan berbondong-bondong menimba ilmu di tempat itu (UTS). Karena selama ini, banyak orang-orang Sumbawa terbaik yang kuliah di luar NTB sehingga mendongkrak IPM daerah tempatnya menimba ilmu. “Ini yang ingin dibalik Doktor Zul, sekaligus membangun generasi emas dan calon pemimpin masa depan di daerah ini,” kata Martiono—akrab Ia disapa. Langkah ini dinilai sangat aplikatif dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat, daerah dan bangsa ini. Doktor Zul adalah putra Sumbawa yang dinilainya sudah mencapai apa yang dia inginkan tapi masih peduli akan masyarakatnya, dengan mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Doktor Zul menurut Martiono, tidak ingin sendiri yang berhasil mencapai sesuatu tapi ingin masyarakat Sumbawa meraih keberhasilan dalam berbagai keahlian melalui UTS. Meski terbilang singkat, UTS telah mampu mengirim mahasiswanya mengikuti kompetisi dunia di Boston Amerika dan sukses meraih prestasi. “Ini bukan hal biasa tapi sudah sangat luar biasa, dan mimpi Doktor Zul mulai terwujud,” cetusnya.Martiono dan Zul 4

Baca Juga  Dekan FTB UTS Tembus Grand Final Kompetisi Bisnis Berhadiah 2 Milyar

Kedelapan mahasiswa yang dikirim ke kompetisi itu telah berhasil memperoleh pengakuan dunia, ini adalah potensi yang membanggakan. Tapi Martiono mengingatkan agar generasi masa depan ini tidak hanya pandai berdebat melainkan harus juga mampu melakukan sesuatu yang memberikan konstribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. “Adik-adik adalah calon pemimpin, menjadi pemimpin harus memberikan konstribusi bagi umat,” ujarnya.

Di bagian lain, Martiono ingin membedakan antara seorang pemimpin dan seorang boss. Selama ini orang kerap menganggap boss tempatnya bekerja adalah pemimpin, padahal memiliki perbedaan yang signifikan. Boss adalah orang yang ditakuti dan selalu menjadi orang nomor satu, sedangkan pemimpin adalah orang yang disegani dan tidak perlu menjadi orang nomor satu. “Menjadi pemimpin karena keteladanannya, dan menjadi boss belum tentu memiliki keteladanan. Seorang pemimpin adalah melayani, sedangkan boss minta dilayani,” tambahnya.

Untuk itu Martiono mengajak mahasiswa UTS mencontoh Rasulullah SAW yang merupakan seorang pemimpin yang lahir karena keteladanannya dengan sifat sidiq, tabliq, amanah dan fathonah. Dengan keteladanan inilah, Rasulullah tidak hanya menjadi pemimpin untuk umatnya tapi juga pemimpin bagi umat di dunia.

Sebelumnya Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc menilai Martiono adalah orang penting hampir di semua rezim pemerintahan di Indonesia. Pasalnya hampir semua jabatan strategis di perusahaan besar pernah dijabatnya mulai dari Dirut Garuda, Pertamina, Telkom dan lainnya. Namun yang paling terberat dari jabatan itu adalah menjadi Presdir PTNNT. Dengan jabatan ini, Martiono dipaksa berdialog dngan bupati, walikota, gubernur, DPRD hingga camat dan kepala desa, sesuatu yang belum pernah dilakukannya sebelum menjadi Presdir PTNNT.

Baca Juga  Kini Dibangun Rumah Yatim dan Dhuafa “Annisa”, Bupati Letakkan Batu Pertama

Karena itu dengan pengalamannya selama ini yang dikemukakan melalui kuliah umum di UTS, diharapkan dapat menjadi inspirasi mahasiswanya. “Ketika mahasiswa UTS yang cerdas dan memiliki nilai bagus lalu tertarik menjadi karyawan Newmont, dan ditanya orang alasan kenapa masuk Newmont, maka dia akan menjawab karena terinspirasi kuliah umum Bapak Martiono,” demikian Doktor Zul. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda