KPDD Solusi Atasi Kematian Penyebab Persalinan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (13/11)

HKN Koalisi 2Kematian ibu di Kabupaten Sumbawa masih saja terjadi. Sebagian besar penyebabnya adalah pendarahan. Di satu sisi ketersediaan darah sangat minim sehingga tidak dapat mengatasi persoalan tersebut. Kondisi ini memunculkan keprihatinan sejumlah bidan dan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Dengan jiwa sosial yang tinggi, mereka kemudian membentuk Komunitas Peduli Donor Darah (KPDD), selain siap menyumbangkan darahnya, juga menjadi motor penggerak untuk menggugah keluarga, teman dan masyarakat untuk peduli dan terpanggil menjadi pendonor.

amdal

Ketua KPDD Sumbawa, Junaedi A.Pt M.Si didampingi Sekretarisnya, Hj Nur Atika A.Md Keb, Rabu (12/11), mengakui terbentuknya KPDD sebagai bentuk kepedulian terhadap munculnya kematian ibu melahirkan akibat pendarahan. “KPDD sebagai salah satu upaya dan inisiatif kami untuk mengatasi dan mempercepat akselerasi penurunan angka kematian ibu,” kata Jun—akrab pejabat yang kini menjomblo.HKN koalisi 1

Selama ini ibu melahirkan atau pasca operasi melahirkan, pasti membutuhkan darah. Ketersediaan darah ini menjadi factor yang menyelamatkan jiwa sang ibu kecuali takdir ilahi. Namun stok darah di UTD PMI terbilang minim, sehingga memerlukan adanya pendonor dalam mengatasinya. Untuk mencari pendonor yang setiap waktu dibutuhkan cukup sulit, meski ada belum tentu darah yang ditransfusi sesuai dengan kebutuhan pasien. Terkadang malam hari pihaknya dihubungi UTD melaporkan bahwa ada permintaan darah dari ruang bersalin RSUD. Belum lagi rujukan ibu hamil dan melahirkan dari kecamatan yang penanganannya membutuhkan darah. Keadaan inilah yang memunculkan kepedulian bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk membentuk satu wadah yang dinamakan Komunitas Peduli Donor Darah. Lembaga ini sudah terbentuk beberapa bulan lalu dan masih mengakomodir petugas kesehatan di wilayah perkotaan dengan anggota sampai saat ini mencapai 44 orang. Sejauh ini kiprahnya telah banyak membantu ibu-ibu yang menjadi pasien melahirkan dan yang mengalami pendarahan. Selain siap diminta kapanpun, anggota KPDD juga menggerakkan masyarakat untuk peduli kemanusiaan melalui donor darah. “Semua ini kami lakukan secara ikhlas demi kemanusiaan,” tandasnya, seraya merencanakan ke depan KPDD akan diperluas hingga kecamatan, tentunya orang yang bergabung adalah memiliki kepekaan sosial yang tinggi karena kegiatan ini sukarela tanpa bayaran.

Baca Juga  Dua Arahan Terbaru Presiden terkait Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Sementara itu Kepala Dikes Sumbawa, Drs Didi Darsani A.Pt, menyambut positif keberadaan KPDD Sumbawa yang lahir dari keprihatinan dalam memenuhi kebutuhan darah bagi penyelamatan hidup manusia terutama pelayanan persalinan dan kecelakaan. Upaya ini sejalan dengan program pihaknya yakni mempercepat akselerasi penurunan kematian ibu. Pasalnya

angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Sumbawa mengalami fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2011 tercatat 22 kasus (AKI 224/100.000 kelahiran), 7 kasus Tahun 2012 (71/100.000 kelahiran), meningkat menjadi 15 kasus Tahun 2013 (153 AKI/100.000 kelahiran), kembali turun Tahun 2014 menjadi 7 kasus (125/100.000). Kenyataan ini menjadi perhatian bersama, sebagaimana upaya yang dilakukan organisasi profesi dengan membentuk KPDD. “Ini patut didukung dan kepedulian mereka layak diberikan apresiasi,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda