Pemda Gelar Syukuran Sambut Tim Sumbawagen UTS

oleh -0 views
bankntb

JM: Siapa yang Bekerja Keras akan Menuai Hasil

Sumbawa Besar, SR (12/11)

Fahmi dan Cindy
Fahmi dan Cindy

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik menyatakan keberhasilan Tim Sumbawagen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) bukan kebanggaan UTS semata melainkan masyarakat dan daerah Sumbawa. Kesuksesan UTS meraih tiga prestasi dunia pada IGEM (International Genetically Engeenered Machine)—kompetisi Biologi Sintetik di Boston Amerika Serikat ini sebagai bukti bahwa tidak ada yang tidak mungkin dilakukan dan dicapai apabila mau berusaha dan bekerja keras. “Acara hari ini bentuk kesyukuran sekaligus salah satu yang menyemangati kita semua,” kata JM—akrab Bupati disapa saat acara syukuran dan penyambutan Tim Sumbawagen yang digelar di Gedung Wanita Sumbawa, Selasa (11/11).

Dwi Ariyanti S.Pt M.Biotech
Dwi Ariyanti S.Pt M.Biotech

Hadir dalam kegiatan itu pejabat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) di antaranya Dandim 1607, Ketua Pengadilan Negeri, pejabat yang mewakili Kapolres dan Kajari, Sekda, Asisten, Kadis Diknas, para kepala sekolah, dan ratusan pelajar SMP dan SMA di Kota Sumbawa.

Bupati Drs H Jamaluddin Malik
Bupati Drs H Jamaluddin Malik

Menurut JM, tidak ada orang pintar dan orang bodoh, namun yang ada orang rajin dan malas. Allah memberi otak dan kelebihan yang sama, hanya bagaimana cara memanfaatkan pemberian tersebut. Tim Sumbawagen UTS adalah buktinya. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki tapi mampu meraih prestasi membanggakan, ini karena kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas. “Orang hebat tidak menjadikan keterbatasan atau kekurangan sebagai hambatan melainkan tantangan yang harus dihadapi dan diatasi. Inilah yang ditunjukkan mahasiswa UTS, selain hasil yang dicapai, proses dan perjuangan untuk mendapatkan hasil itu menjadi bagian yang patut diberikan apresiasi,” cetusnya.

Baca Juga  Tercatat Ribuan Siswa SMP di Sumbawa Belum Cairkan PIP

Keberhasilan UTS telah membuka mata semua orang bahwa tempat tidak menjadi ukuran sebuah keberhasilan. Meski berada di kaki bukit Olat Maras, Desa Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, UTS telah mampu melahirkan generasi emas yang telah mencatat sejarah dan menjadi inspirasi generasi lainnya. Sebaliknya sekolah di luar daerah, di kota-kota besar dan perguruan tinggi ternama, tidak memberi jaminan seseorang bisa berhasil jika tidak termotivasi untuk belajar. “Ngapain cari sekolah di luar kalau hanya untuk cari nama dan gaya-gayaan. Dimanapun kita belajar meski di sekolah yang jauh dari kota jika bersungguh-sungguh untuk menjadi orang yang cerdas, pasti hasilnya akan lebih baik. Dan orang cerdas tidak mencari pekerjaan karena pekerjaan lah yang mencarinya,” ujar JM.Sumbawagen Sambut 5

Di bagian lain, JM menyampaikan rasa salutnya dengan project econey UTS—menciptakan alat sensor hasil rekayasa genetika bakteri E.coli untuk mengetahui kadar glukosa dalam madu Sumbawa, sebagai upaya mengatasi kesulitan petani madu sekaligus menjaga keaslian dan mutu madu Sumbawa yang telah menjadi produk unggulan. Ia menilai program tersebut sangat aplikatif karena langsung dapat dimanfaatkan masyarakat terutama petani madu. “Inilah keberhasilan dari sebuah pembangunan. Sebab pembangunan dikatakan berhasil bukan karena tumbuhnya gedung-gedung megah bagai cendawan di musim hujan, tapi sejauhmana program tersebut bisa menyentuh kepentingan masyarakat,” tandasnya.Sumbawagen Sambut 3

Karenanya Ia berharap UTS terus berinovasi melahirkan program-program yang bermanfaat bagi umat. Pemda akan tetap memberikan dukungannya tidak hanya kepada UTS tapi semua perguruan tinggi lain yang memberikan karya nyata bagi masyarakat dan daerah ini.

Baca Juga  Siswa SMKN 1 Sumbawa Raih Nilai Sempurna UN Matematika

Sementara Rektor UTS yang diwakili Ketua Program Study (Kaprodi) Teknobiologi FTB, Dwi Ariyanti S.Pt M.Biotech, berharap prestasi yang diraih UTS di Boston Amerika Serikat, dapat memotivasi para pelajar Sumbawa untuk giat belajar, bekerja keras, dan tidak putus asa. Karena dengan semangat yang tinggi, keterbatasan yang dimiliki mahasiswa UTS saat mengikuti kompetisi dunia, menjadi pemecut untuk meraih prestasi. “Prestasi dunia yang diukir mahasiswa kami bukan akhir segalanya, tapi menjadi kunci pembuka untuk terus berprestasi dalam mengharumkan nama Sumbawa,” ucap Dwi, akrab wanita lajang ini disapa.Sumbawagen Sambut 2

Dalam kesempatan itu delapan mahasiswa FTB UTS yang tergabung dalam Tim Sumbawagen, mempresentasikan project econey, termasuk menceritakan persiapan menghadapi kompetisi, pengalaman mereka saat menghadapi tim lain dari 31 negara di dunia, hingga suasana haru ketika menerima tiga penghargaan yakni bronze medal (medali perunggu), Best Policy and Practices Shout Out, dan IGEM Chairman’s Award. Momen itu tak disia-siakan para pelajar yang terlihat sangat antusias mengajukan sejumlah pertanyaan. Menariknya sebagian pertanyaan disampaikan dalam Bahasa Inggris. Dipandu Sausan Nafisah—salah seorang dosennya, serta didukung dosen lainnya, Maya Fitriana dan Julmansyah, Cindy Suci Ananda, Fahmi Dwilaksono, Muhammad Al Azhar, dan Mochammad Isro Alfajri yang didampingi empat rekannya Adelia Elviantari, Rian Adha Ardinata, Yulianti, dan Indah Nurulita ini, memberikan jawaban yang cukup memuaskan, inspiratif dan motivatif. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda