Basarnas Hentikan Pencarian Pesawat Jatuh di Pulau Moyo

oleh -1 views
bankntb

BPBD Siap Melanjutkan

Sumbawa Besar, SR (10/11)

amdal

Pesawat LatihPencarian pesawat latih XL2 Liberty milik PT Lift yang dilaporkan hilang kontak Kamis, 30 Oktober lalu, akhirnya dihentikan. Penghentian yang dilakukan Tim SAR Basarnas diback up Polair Polres Sumbawa, TNI AL dan BPBD ini karena pencarian sudah melebihi 7 hari sesuai standar operasional prosedur. Pasawat latih yang mengangkut dua awak, yakni Boon Hua Lua—pilot asal Singapura dan siswa penerbang Jati Wikranto asal Jakarta ini diperkirakan hilang di bagian selatan Pulau Moyo, tepatnya wilayah Brang Sabitin yang masih dalam perairan Teluk Saleh. Hal ini setelah ditemukan life jacket masih dalam bungkusan, dua tas besar milik korban, dan alat pemadam kebakaran, menyembul di permukaan. Perairan tersebut dikenal memiliki arus bawah yang cukup kuat dan berputar membentuk pusaran. Besar kemungkinan pesawat tersebut tersedot hingga ke dasar lautan. Pencarian tidak hanya melibatkan SAR dan kepolisian, namun juga jasa paranormal. Bahkan biksu dari Singapura pun turun tangan. Sejauh ini hasilnya masih nihil.

Perairan Teluk Saleh, Diduga lokasi Jatuhnya Pesawat
Perairan Teluk Saleh, Diduga lokasi Jatuhnya Pesawat

Kasat Polair Polres Sumbawa, IPTU Wahiduddin yang ditemui Minggu (9/11) mengakui telah dihentikannya pencarian pesawat yang hilang tersebut sejak Jumat (7/11). Dan sejauh ini belum ada tanda-tanda pesawat itu ditemukan, namun beberapa barang yang diduga kuat milik korban terlihat menyembul di permukaan perairan Teluk Saleh, Pulau Moyo. “Barang-barang itu sudah diamankan,” katanya.

Baca Juga  Dalami Rumah Adat, Jaksa akan Periksa Kepala ULP KSB

Menurut informasi pencarian masih tetap dilakukan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa. Sejak pesawat itu dinyatakan hilang, BPBD telah membangun Posko Pencarian di Dusun Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara. Tim BPBD akan melakukan poencarian dengan menerapkan sistem infanteri darat dan infanteri laut.  (*)  Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda