Menristek Sambut Tim Sumbawagen UTS

oleh -3 views
bankntb

 Bangga Atas Capaian Prestasi Dunia 

Jakarta, SR (9/11)

amdal
Menristek Prof Dr Muhammad Nasir
Menristek Prof Dr Muhammad Nasir mengamati trophy dunia yang diraih mahasiswa UTS

Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi RI, Prof Dr Muhammad Nasir menyambut secara khusus kedatangan Tim Sumbawagen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di kantornya Jalan Sudirman, Jakarta pusat saat baru tiba di tanah air setelah bertolak dari New York Amerika Serikat, Jumat (7/11) sore. Nasir yang baru saja terpilih di era pertama pemerintahan Jokowi-JK ini merasa bangga atas capaian prestasi yang diukir mahasiswa asal Sumbawa tersebut pada IGEM (International Genetically Engeenered Machine)–kompetisi biologi sintetik di Boston Amerika, belum lama ini. Sebab di kompetisi yang diikuti 250 tim dari 31 negara di dunia tersebut, Tim Sumbawagen meraih tiga penghargaan yaitu Best Policy and Practices Shout Out (terbaik dalam aplikasi), IGEM Chairman’s Award—penghargaan tertinggi dari Presiden IGEM Randy Rettberg, dan Bronze Medal (medali perunggu) atas keberhasilannya melakukan pengembangan project Econey yakni merekayasa gen bakteri E.coli menjadi alat sensor yang mendeteksi kandungan glukosa (gula) dalam Madu Sumbawa.

Saat diterima menteri, Cindy Suci Ananda, Mochammad Isro Alfajri, Adelia Elviantari, Fahmi Dwilaksono, Muhammad Al Azhar, Rian Adha Ardinata, Yulianti, dan Indah Nurulita, serta dua dosen selaku instruktur Sausan Nafisah dan Maya Fitriana, didampingi Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc.

Di hadapan para mahasiswa berprestasi ini, Profesor Nasir—akrab mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini disapa menyampaikan rasa bangganya karena keberhasilan UTS meraih penghargaan dunia di Amerika telah menjadi spirit bagi perguruan tinggi lain terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Baca Juga  Guru dan Sastrawan Sumbawa Diundang ke Jepang

Ia meyakini pencapaian UTS itu diraih melalui sebuah perjuangan yang tak kenal lelah di tengah keterbatasan yang dimiliki. “Tidak ada orang yang sukses tanpa perjuangan. Namun yang paling penting adalah bagaimana kesuksesan itu direfleksikan di dalam diri untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi umat dan bangsa ini,” kata Nasir.

Dengan melihat perkembangan pendidikan di wilayah Indonesia bagian timur, Menteri berjanji ke depan akan lebih banyak beasiswa yang digelontorkan ke sejumlah perguruan tinggi di sana. Namun dia juga berharap perguruan tinggi tidak sebatas melakukan riset atau penelitian, melainkan mampu menghasilkan sebuah produk industri yang dapat dinikmati masyarakat. “Tidak hanya sekedar riset dan membuat prototipe tapi bisa diwujudkan menjadi sebuah produk. Karena produk itulah yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Karenanya UTS harus mampu mewujudkan hasil risetnya dan terus meningkatkan prestasi di masa-masa mendatang. “Kami sampaikan selamat dan sukses. Kami sangat bangga UTS yang masih terbilang baru namun bisa menghasilkan prestasi yang luar biasa,” ucapnya, seraya menyatakan rencananya untuk mengunjungi UTS dalam waktu dekat.

Sementara Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc menyatakan rasa syukur karena meski masih muda, pengalaman dan fasilitas yang terbatas, tapi mahasiswa FTB UTS yang tergabung dalam Tim Sumbawagen telah mampu memberikan bukti. “Berani punya mimpi besar dan ada kemauan insya Allah pasti ada jalan, meski ada orang yang meragukan bahwa kita serius bisa menerbangkan elang-elang muda Sumbawa untuk menggenggam dunia ini, raihan prestasi di Amerika itu menjadi langkah awal dan bukti nyata,” ujarnya.

Baca Juga  Moeldoko Kunjungi Ponpes Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan di Loteng

Ia mengaku salut dengan FTB UTS yang tak mengenal lelah bekerja sangat keras yang akhirnya berbuah manis. Karenanya Doktor Zul—singkat tokoh nasional ini disapa, patut memberikan apresiasi kepada orang tua yang merelakan anak-anaknya begadang dan lembur hingga pagi hari untuk mengerjakan tugas yang sangat berat. “Alhamdulillah kerja keras mereka berhasil,” ucapnya.

Ia berharap 8 mahasiswa yang berangkat ke Amerika ini pulang dengan semangat baru dan rasa percaya diri sehingga memunculkan spirit bagi mahasiswa lain untuk mengikuti jejak mereka di masa yang akan datang.

Doktor Zul juga berharap kehadiran mahasiswa UTS di event dunia tersebut akan membuka jalan, jaringan dan informasi agar tidak hanya mahasiswa Biotek UTS saja yang melalui tapi seluruh mahasiswa Sumbawa, NTB dan Indonesia. Dan yang sangat penting, IGEM—kompetisi dunia yang diikuti FTB UTS mengajarkan semua orang bahwa berkompetisi tidak harus saling mengalahkan dan saling menjatuhkan. Karena ternyata kompetisi itu bisa mengajarkan untuk berbagi informasi dan berkolaborasi yang akhirnya semua merasa bahagia dan senang. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda