Mereka yang Membanggakan

oleh -6 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (28/10)

Mereka bukan anak orang kaya. Sebagian dari mereka adalah anak orang yang tak berpunya. Tapi mereka bisa ketika sebagian orang lain belum berkesempatan untuk bisa seperti mereka.  Mereka adalah anak-anak berprestasi yang memiliki cita-cita besar untuk menjadi generasi emas di masa mendatang. Mimpi besar ini diyakini akan terwujud setelah mereka menentukan pilihan untuk menimba ilmu di Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS)—sebuah perguruan tinggi yang didirikan Yayasan Dea Mas di kaki Bukit Olat Maras, Desa Batu Alang, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa. Mereka adalah delapan mahasiswa Fakultas Tekhnobiologi (FTB) yang telah berhasil mengukir sejarah dengan keikutsertaannya mewakili Indonesia mengikuti kompetisi dunia, International Genetically Engineered Machine (iGEM) di Boston Amerika Serikat. Meski langkah awal, mereka telah menyematkan kebanggaan kepada orang tua, masyarakat dan daerah serta menjadikan Sumbawa sebagai center of excellent. Setidaknya UTS telah berhasil mengerami putra dan putri local Sumbawa ini menjadi elang-elang muda yang siap mengarungi nusantara dan mencengkeram dunia.

Siapa mereka ?

Cindy Suci Ananda, alumni SMAN 1 Empang, kelahiran Malalo, Desa Bantu Lanteh, Kecamatan Tarano. Anak petani pasangan Zubaidah dan Jamaluddin yang lahir  16 September 1996 ini memiliki segudang prestasi mulai tingkat local hingga nasional. Seperti juara Penulisan Karya Tulis Ilmiah tingkat pelajar SMAN 1 EMPANG 2012, juara 2 Lomba Poetri Bahasa Inggris  tingkat pelajar SMAN 1 EMPANG Tahun 2012. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat pada MTQ tingkat Kecamatan Tarano tahun 2013, juara Lomba Debat Bahasa Inggris se-Pulau Sumbawa Tahun 2012 yang dilaksanakan STKIP Hamzanwadi Sumbawa. Siswa terbaik I di SMAN 1 EMPANG 2010-2013, nilai tertinggi Kimia dalam UN yaitu 9,50, dan juara umum I dalam Ujian Nasional 2013 SMA Negeri 1 Empang. Cindy juga pandai menulis. Terbukti tulisannya berjudul “Bergerak Bersama untuk Bumi” termuat di koran nasional Kompas edisi 21 Januari 2014. Prestasi terus terukir saat Cindy duduk di bangku kuliah. Gadis yang memiliki tinggi 172 centimeter ini membuka prestasi itu dengan meraih juara Harapan 2 dalam “Lomba Aplikasi Bioteknologi” Tahun 2013, terus terukir menjadi juara I Putri Duta Mahasiswa GenRe Provinsi NTB Tahun 2014, dan finalist Duta Mahasiswa GenRe Tingkat Nasional Tahun 2014. Karenanya gadis yang memiliki motto hidup ‘’Nothing Day Without Achievment’’ ini ditunjuk sebagai komandan Tim Sumbawagen 2014 yang akan berkompetisi di Boston Amerika Serikat, 27 Oktober-5 November 2014.

Untuk kompetisi dunia ini, kakak Ahmad Cikal tersebut akan menjelaskan mengenai hasil dari kegiatan kultivasi bakteri (kultur bakteri pada medium pertumbuhan bakteri yang ditambahkan glukosa, fructosa dan madu dengan konsentrasi yang berbeda sehingga memendarkan warna merah). Hasil yang diperoleh dari sekitar 13-15 tabung bakteri yang dikultur adalah warna yang berbeda dari pink hingga kuning tergantung konsentrasi glukosa maupun fructosa yang ditambahkan pada medium tersebut.

Adelia Elviantari, mahasiswa kelahiran Sumbawa 26 Juni 1995 ini merupakan putri pasangan Safaruddin dan Humaiyah—keduanya adalah guru di sekolah negeri di Sumbawa Besar. Untuk prestasi, gadis manis yang tinggal di Gang Tambora Kelurahan Brang Biji ini tidak diragukan lagi. Banyak prestasi yang ditorehkan alumni SMAN 1 Sumbawa ini. Prestasi itu semakin terasah ketika menjadi mahasiswa UTS. Di antaranya Juara 1 Essay BKKBN Propinsi NTB, dan menjadi peserta dalam kompetisi iGEM di Boston AS.

Di Kompetisi dunia ini, Adel—sapaan karib pemilik motto “hidup harus terus melaju ke depan tanpa mengesampingkan masa lalu sebagai pembelajaran” ini akan menjelaskan mengenai policy and practices yakni kegiatan pengenalan project Econey hasil karya FTB UTS kepada masyarakat. Econey ini singkatan dari E.coli honey adalah bakteri E.coli yang telah direkayasa (modifikasi) secara genetika sehingga menjadi alat sensor yang memiliki kemampuan mendeteksi kadar glukosa dalam madu Sumbawa. Econey mengukur kadar glukosa dengan cara memendarkan warna merah ketika diletakkan di madu atau sampel yang mengandung glukosa. Semakin tinggi kadar glukosa yang tersedia semakin pekat warna merah yang dihasilkan. Ke depan alat pengukuran konsentrasi glukosa ini akan dijadikan aplikasi yang tersedia pada HP android. Dengan menggunakan HP, para petani madu dapat dengan mudah mengukur kadar gula madu, tanpa harus membawa sampel ke laboratorium.

Baca Juga  "Kondisi PAUD di Sumbawa Sangat Luar Biasa"

Selanjutnya Fahmi Dwilaksono. Pria kelahiran Sumbawa, 19 April 1995 ini terbilang memiliki prestasi yang tak kalah gemilangnya. Di antaranya menjadi finalis AMINEF National Words Competition 2011, Juara 2 Lomba Pidato Putra Tingkat Kabupaten Sumbawa 2011, juara 3 National Maritime Essay Competition 2014, dan penerima beasiswa Internship Research Program National Institute for Material Science Tsukuba Jepang 2014. Kini putra karyawan Bumi Putera yang sangat tertarik dengan budaya Korea dan penyayang kucing ini bergabung dalam Sumbawagen untuk mengikuti iGEM—kompetisi dunia yang digelar di Boston AS. Dalam kompetisi itu remaja yang memiliki motto hidup “When you believe to the power of dream, you will find the way to reach it” ini akan menjelaskan teori represi katabolit, pengukuran konsentrasi glukosa menggunakan kultur bakteri E.coli.

Mochammad Isro Alfajri, mahasiswa kelahiran 20 Desember 1995 ini merupakan anak seorang perwira polisi. Dengan motivasi  “Nothings is impossible as long as we believe” mendorongnya untuk terus berprestasi. Di antaranya juara 1 Duta Mahasiswa GenRe Provinsi NTB 2014, dipercaya sebagai Gubernur Sobi (Sobat Bumi) Bali-Nusra 2014-2015 dengan keanggotaan ratusan mahasiswa dari Bali, NTB dan NTT. Fajri demikian lulusan terbaik Sabuk Hitam Zona IV NTB 2013 ini disapa, menjadi penerima aktif Beasiswa Pertamina Foundation 2013-sekarang.

Alumni SMAN 2 Sumbawa ini sempat menjadi Ketua Seksi Dakwah Remus SMANDA, aktif bimbingan Olimpiade Astronomi, dan Karya Ilmiah Remaja. Kini di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), menjadi ketua Forum Alumni Leadership Academy (FALA) yang saat ini menjadi organisasi tertinggi di UTS, menjadi ketua PIK-M “Elang-olatmaras”, dan tergabung dalam team Debat Bahasa Inggris UTS. Selain itu juara 1 Karya Ilmiah Remaja Disporabudpar Sumbawa 2013 tersebut, juara 3 Lomba Aplikasi Bioteknologi 2013 sehingga diakomodir dalam Tim Sumbawagen untuk mengikuti iGEM.

Pada Kompetisi iGEM nanti Fajri—akrab anak pasangan Bachtiar dan Fitri Azhari ini mendapat bagian menjelaskan mengenai Software “EconeySoft” di AndroidSmartphone. Pengaplikasian Econey Project ini agar mudah digunakan di seluruh lapisan masyarakat. Dengan kemajuan informasi teknologi, mereka telah menemukan cara terbaik untuk mengaplikasikan proyek yaitu membuat sebuah software yang berfungsi menghitung kadar glukosa dalam madu dengan cepat, mudah, dan sangat dibutuhkan. EconeySoft dapat mendeteksi nilai RGB pada gambar kemudian secara langsung mengitung nilai RGB LuminanceValue (0,3R+0,59G+0,11B), setelah itu software secara langsung dapat menentukan kadar glukosa dari gambar yang di dapat dari kamera Android Smartphone.

Selanjutnya Rian Adinata. Seperti rekan-rekannya, pemuda kelahiran 9 Mei 1995 ini juga sarat prestasi. Alumni SMAN 2 Sumbawa Besar yang tinggal di Kelurahan Lempeh ini beberapa kali menjuarai lomba Cerdas Cermat UUD RI Tahun 1945 dan TAP MPR RI SMA/MA dan SMK tingkat Kabupaten Sumbawa dan NTB 2011-2012. Selain itu putra sulung pasangan M Taufik dan Sugiati yang hijrah dari Jawa Barat ke Sumbawa ini juga menjuarai lomba pidato tingkat Provinsi NTB. Untuk mengikuti kompetisi tekhnobiologi dunia di Boston AS, pemuda yang memiliki motto “Think Big and Act Now” ini, mendapat bagian menjelaskan tentang rencana ke depan (future plan) dari project Econey. Yakni menyelesaikan sirkuit yang mengandung AC (Adenylate Cyclase) dan memperbanyak gen pengkode warna. Kalau saat ini masih warna merah, ke depan akan mengganti dengan beragam warna, sehingga dapat menyensor produk apa saja yang mengandung gula.

Baca Juga  14 Atlet Sumbawa Wakili NTB di POPWil Tingkat Nasional

Kemudian Yulianti. Prestasinya tak jauh beda dengan Rian Adinata. Keduanya sudah satu kelas bahkan satu regu dalam perlombaan yaitu juara lomba Cerdas Cermat UUD RI Tahun 1945 dan TAP MPR RI SMA/MA dan SMK tingkat Kabupaten Sumbawa dan NTB, serta juara 1 Lomba Aplikasi Bioteknologi tahap 2 yang diselenggarakan Universitas Teknologi Sumbawa. Yuli—sapaan singkatnya adalah putri dari M Dahlan seorang tukang batu, ibunya bernama Ukay. Meski hidup pas-pasan, namun tekadnya yang kuat untuk mengangkat derajat orang tuanya patut diapresiasi. Dengan motto hidup “man jadda wa jadda” perempuan kelahiran 14 Juli 1995 ini, Yuli pun lolos masuk dalam tim sumbawagen yang akan berkompetisi di Boston AS. Di kompetisi tersebut Yuli akan menjelaskan mengenai vector constraction dan SDS-PAGE, hasil vector kontruksi Econey berupa cairan plasmide.

“Jangan pernah berdo’a untuk mendapatkan hidup yang mudah, tapi berdo’alah untuk menjadi seorang manusia yang tangguh” itulah yang memotivasi Muhammad Al-Azhar untuk terus berkarya. Pemuda kelahiran Sumbawa 25 Juni 1995 silam itu terpilih menjadi salah satu peserta kompetisi dunia di Boston AS karena prestasinya. Selain pernah menjuarai Debat Bahasa Inggris tingkat Kabupaten Sumbawa, peraih IPK 4 untuk semester 1 dan 2 di FTB UTS ini juga mewakili universitasnya dalam NUDC (National University Debating Championship).

Untuk kompetisi di Boston AS nanti, anak dari pedagang kecil ini ditugaskan untuk menjelaskan latar belakang project tim Sumbawagen (Project Econey) di hadapan dewan juri kelas dunia.

Terakhir, Indah Nurulita. Anak yatim kelahiran Sumbawa Besar, 28 Maret 1995 ini ingin membahagiakan ibunya, Aida Damhuji S.Pd yang berprofesi sebagai guru. Sebab ibunya menjadi single parent setelah ayahnya, Arifin Muhammad meninggal dunia pada tahun 2007.

Karenanya semangatnya tak pernah padam untuk terus berusaha dan belajar giat agar cita-citanya tercapai. Sebab menurutnya semua hal akan menjadi mudah jika berusaha untuk menyukai hal tersebut. Sebelum terpilih masuk dalam Tim Sumbawagen yang akan berkompetisi di Boston AS, Indah—panggilan sayangnya, menjadi juara 1 Lomba Aplikasi Bioteknologi UTS Tahun 2013. Di kompetisi dunia di Amerika nanti, Indah akan mempresentasikan mengenai sirkuit dari robot Econey (E.coli Honey), gen apa yang di masukkan dan bagaimana fungsinya.

Untuk diketahui kompetisi dunia, International Genetically Engineered Machine (iGEM) yang digelar di Boston AS ini, merupakan kompetisi tahunan yang sangat bergengsi karena merupakan arena untuk mengemukakan dan mengembangkan ide-ide terdepan dalam bidang bioteknologi. Secara umum, kompetisi dan perancangan proyek iGEM ditujukan untuk memotivasi dan menyediakan media pembelajaran yang efektif di bidang synthetic biology. Kompetisi ini diikuti oleh universitas-universitas ternama dari seluruh dunia yang ditantang untuk mengembangkan prototype organisme berbasis synthetic biology.

Rektor UTS, Dr H Zulkieflimansyah SE M.Sc tidak terlalu memasang target terhadap mahasiswa kebanggaannya. Ia hanya berharap sepulang dari Amerika para mahasiswanya akan menjadi individu yang berbeda. (*)

 

 

iklan bapenda