Ketua DPRD Sumbawa Salahkan Pemprov NTB

oleh -0 views
bankntb

Labangka Komplek Gagal

Sumbawa Besar, SR (24/10)

amdal
Lalu Budi Suryata SP, Ketua DPRD Sumbawa
Lalu Budi Suryata SP, Ketua DPRD Sumbawa

Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP menyesalkan gagalnya pembangunan Bendungan Labangka Komplek di Kecamatan Labangka. Sebab Labangka Komplek ini merupakan program yang sudah lama dicanangkan dalam rangka mendorong proses pertumbuhan, mengingat Sumbawa termasuk dalam koridor V MP3Ei, yang salah satunya pengembangan pariwisata dengan gencar mensosialisasikan destinasinya. Namun pengembangan pariwisata ini tidak akan sinergi dengan masyarakat Sumbawa yang sebagian besar adalah petani. Karenanya pariwisata tidak akan berkembang ketika pemerintah tidak juga mensupport pembangunan di bidang pertanian. “Kita sudah mendorong pertumbuhan itu, melalui destinasi wisata. Yang disupport oleh Labangka Komplek dengan menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang riel,” ujarnya.

Terhadap gagalnya Labangka Komplek, kata Budi—akrab politisi PDIP ini disapa, akan memupuskan harapan tersebut. Tentunya Pemda Sumbawa termasuk DPRD tidak akan tinggal diam, akan mempertanyakan persoalan itu kepada pemerintah propinsi terkait dasar dan pertimbangan sehingga program yang dicanangkan jauh hari dan sudah dikaji secara matang, hilang begitu saja. “Ini tidak boleh didiamkan, harus dikoordinasikan mengapa yang justru mendorong pertumbuhan di wilayah timur ini malah dihilangkan tanpa alasan yang jelas. Dan anehnya wilayah-wilayah yang tidak direncanakan justru dianggarkan,” sesalnya.

Raibnya rencana besar ini, Budi menuding Pemprov tidak memiliki mekanisme dan proses perencanaan yang jelas dalam hal membangun wilayah. “Ini merupakan kelemahan manajemen perencanaan di tingkat provinsi atau ketidak-matangan mereka merencanakan sesuatu,” tudingnya.

Baca Juga  Pilkada Sumbawa: Begini Tipe Pemimpin yang Mampu Merubah Mindset Birokrasi?

Seharusnya Labangka Komplek ini didorong, dan bersinergi dengan pembangunan yang ada di pemerintahan kabupaten/kota, khususnya Sumbawa. Ironis Labangka Komplek tidak dianggarkan pada Tahun 2015, padahal sangat urgen, dan perencanaannya lebih matang hanya tinggal pelaksanaannya. “Ini yang kami sesalkan dan prihatin dengan perlakuan propinsi,” demikian Budi. (*) Baca juga di Gaung NTB

iklan bapenda