PKS Tidak Dukung Figur yang Konfrontatif

oleh -25 views
Kursi Panas !!!
bankntb

Jelang Pemilihan Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar, SR (16/10)

amdal
Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si
Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si

Hingga kini DPRD Sumbawa belum memiliki alat-alat kelengkapannya. Meski demikian, sudah banyak figure yang disebut-sebut pantas menduduki jabatan ketua komisi, badan legislasi (Baleg) dan Badan Kehormatan (BK). Ada juga yang sudah memproklamirkan diri, bahkan yang terang-terangan melakukan lobi untuk memuluskan ambisinya menjadi ketua komisi.

Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si, yang diminta tanggapannya, Rabu (15/10), mengatakan, alat-alat kelengkapan dewan harus segera terbentuk sekaligus menetapkan pimpinan dan anggotanya. Desakan ini karena banyak pekerjaan yang harus didiskusikan terkait dengan program eksekutif mengingat tak lama lagi memasuki tahap pembahasan anggaran, serta masih banyak Ranperda masa lalu yang diharap dapat dibahas kembali oleh DPRD periode saat ini.

Disinggung siapa yang akan didukung PKS untuk menduduki jabatan ketua komisi, baleg dan BK, Sambirang—akrab mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa ini disapa, menyatakan PKS akan mendukung orang yang memiliki komitmen untuk membela kepentingan rakyat, dan memiliki naluri untuk bekerjasama secara baik dengan eksekutif, karena urusan rakyat dalam pemerintahan daerah harus diurus secara bersama oleh eksekutif dan legislative. Menjadi pemimpin komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya, bukan tipikal figure yang konfrontatif, bukan juga orang yang merasa diri paling benar yang terkesan bisa bekerja sendiri. “Ini yang sedang PKS jajaki dan membaca karakter teman-teman di DPR guna menentukan sikap siapa yang akan didukung PKS. Mungkin sikap ini akan ditentukan pada menit-menit terakhir karena PKS bukan fraksi utuh sehingga harus mendiskusikannya dengan PBB yang tergabung dalam Fraksi Bintang Keadilan,” katanya.

Baca Juga  Paket “Saad Berjaya” Masih Belum Final

Ia mengakui dari sisi kemampuan banyak figur yang layak menjadi pimpinan alat kelengkapan DPRD. Kemampuan di sini, menurut Sambirang, bukan hanya kemampuan berbicara di muka umum tetapi harus ada sisi kepemimpinannya. Untuk mengetahui sisi kepemimpinannya dapat dilihat dari cara dia menyikapi suatu persoalan dan berkomunikasi dengan pihak lain, serta mengartikulasikan pendapatnya. “Calon pemimpin komisi itu adalah orang-orang yang bisa diterima oleh semua pihak. Punya kepemimpinan dan track record yang bagus dalam hal komunikasi dengan publik karena menghadapi orang banyak dengan berbagai kepentingan dan gaya,” ujarnya.

Orang yang menjadi pimpinan alat kelengkapan dewan adalah yang menjadi juru bicara DPRD. Ketika dia tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola emosi publik, dikhawatirkan nanti akan gagap menghadapi gejolak-gejolak di dewan. “Inikan bahaya padahal setiap saat ada demonstransi, dan macam-macam prilaku publik yang tidak terduga. Mereka harus siap dan mampu mengelola emosi publik dengan bagus,” tandasnya.

Ditanya apakah ada kader PKS yang pantas dicalonkan menjadi pimpinan komisi, Sambirang mengiyakannya. Kader tersebut ungkapnya, sudah teruji kepemimpinannya karena berpengalaman di pemerintahan. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

iklan bapenda